Senin, 20 Februari 2017   |   Tsulasa', 23 Jum. Awal 1438 H
Pengunjung Online : 3.003
Hari ini : 20.205
Kemarin : 31.517
Minggu kemarin : 215.672
Bulan kemarin : 4.156.978
Anda pengunjung ke 101.761.950
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Jaring

a:3:{s:3:

Jaring adalah alat untuk menangkap ikan, terbuat dari benang nilon dengan cara dianyam. Biasanya jaring memiliki dua ukuran, kecil dan besar. Jaring kecil berukuran panjang antara 5 -10 meter dan labuh (lebar) 1,5-2 meter, sementara jaring besar berukuran panjang antara 10-30 meter dengan labuh (lebar) antara 2-4 meter. Baik jaring kecil atau besar memiliki mata jaring, serampat (selvadge), pelampung, tali pelampung (float line), tali ris atas (head line), tali ris bawah (ground rope), pemberat dan tali pemberat (sinker line).

Mata jaring adalah lubang yang terdapat pada anyaman jaring tersebut, berfungsi sebagai perangkap ikan dan hewan air lain yang melewatinya; serampat adalah lembaran jaring yang terpasang di atas dan di bawah tubuh jaring, berfungsi sebagai penguat tubuh jaring bagian atas dan bagian bawah tersebut; pelampung adalah benda yang mempunyai daya apung yang dipasang pada jaring bagian atas, berfungsi sebagai pengapung jaring; tali pelampung adalah tali yang dipergunakan untuk menempatkan dan mengikat pelampung; tali ris atas adalah tali yang dipergunakan untuk menggantung tubuh jaring; tali ris bawah adalah tali yang dipergunakan untuk melekatkan tubuh jaring; sementara pemberat adalah benda yang mempunyai daya tenggelam yang dipasang di bagian bawah, berfungsi sebagai penenggelam jaring. Selain itu, berkenaan dengan mata jaring, terdapat dua jenis ukurannya, kecil dan besar. Mata jaring kecil biasanya berukuran 2-4 cm persegi empat, sementara mata jaring besar berukuran 8-15 cm. ukuran kecil dan besar ini bersesuaian dengan kecil atau besar jaring yang diperlukan.  

Pada umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk merentangkan jaring: (1) jaring diikatkan ke pohon kayu yang berada di tepian sungai, (2) jaring diberi beberapa buah pelampung, terutama di dua penjuru jaring agar keadaannya tetap terapung, selanjutnya ditancapkan kayu di areal yang dangkal, lalu jaring diikat agar ia tidak hanyut dibawa arus. Perentangan jaring ini dilakukan biasanya ketika air mulai pasang, dan diangkat (dibangkit) ketika air surut. Para nelayan pada umumnya menggunakan perahu sampan atau perahu bermotor ketika mereka merentangkan atau mengangkat jaring tersebut. (JN/bdy/100/7-07)

Sumber:

  • http://202.158.78.180/agritech/jwtg0102.pdf.
  • malaysiana.pnm.my
Dibaca : 8.864 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password