Sabtu, 25 Februari 2017   |   Ahad, 28 Jum. Awal 1438 H
Pengunjung Online : 6.105
Hari ini : 41.567
Kemarin : 81.319
Minggu kemarin : 233.537
Bulan kemarin : 4.156.978
Anda pengunjung ke 101.799.039
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Sumpit

a:3:{s:3:

Sumpit adalah senjata yang banyak digunakan untuk berburu dalam masyarakat Melayu, baik di Serawak dan Sabah, Malaysia, atau di daerah Kalimantan, Indonesia. Dari segi penggunaannya, senjata ini memiliki keunggulan tersendiri, di antaranya dapat digunakan dari jarak jauh. Selain itu, senjata ini tidak merusak lingkungan, karena dibuat dari bahan-bahan yang bersifat alami.

Menurut kepercayaan Orang Dayak, senjata sumpit tidak boleh digunakan untuk membunuh sesama manusia. Senjata ini hanya bisa digunakan untuk keperluan perburuan, terutama untuk mencari makanan kebutuhan sehari-hari.

Sumpit terbuat dari jenis kayu yang berkualitas tinggi, seperti belian, bengkirai dan ulin. Kayu-kayu tersebut harus lurus agar mudah dilubangi, biasanya berukuran 8 mm. Proses pembuatannya cukup rumit, serta memerlukan keahlian untuk melubanginya. Pada umumnya, bentuk sumpit seperti tongkat panjang yang diberi lubang kecil sebagai tempat memasukkan domek (anak sumpit). Dengan demikian, sumpit itu terdiri dari sumpit itu sendiri dan domek sebagai anak/pelurunya. Domek diletakkan di dalam suatu tempat yang disebut selup. Biasanya, sebelum domek dilepas, terlebih dahulu domek dicelupkan pada  ipu, yaitu racun yang terbuat dari sejenis getah akar kayu yang sudah diolah sedemikian rupa.

Penyumpitan dilakukan dengan cara memasukkan domek ke dalam lubang sumpit, ditiupkan oleh si peniup sumpit dengan sekuat tenaga. Nafas tidak boleh dihirup ketika meniupnya, karena dikhawatirkan akan mengakibatkan keracunan bagi si peniup sumpit tersebut. Jarak yang dicapai oleh tiupan sumpit ini cukup jauh, tetapi tergantung dengan kekuatan si peniup sumpit tersebut. (JN/bdy/112/7-07)

Sumber : www.malaysiana.pm.my

Dibaca : 8.838 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password