Selasa, 17 Oktober 2017   |   Arbia', 26 Muharam 1439 H
Pengunjung Online : 2.203
Hari ini : 17.405
Kemarin : 29.523
Minggu kemarin : 157.490
Bulan kemarin : 7.753.475
Anda pengunjung ke 103.482.065
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Tahun 2003

KONGRES KEBUDAYAAN V,

Bukittinggi, Sumatera Barat; 20 – 22 Oktober 2003


1. Tema : “Konsep, Kebijakan dan Strategi Kebudayaan”

Sub tema utama :

“Lokalitas, Nasionalitas dan Globalitas; “Identitas dan Krisis Budaya”;  “Perubahan dan Pemberdayaan”

2. Tempat dan waktu :

Diselenggarakan pada tanggal 20 – 22 Oktober 2003 di Bukittinggi, Sumatera Barat.

3. Peserta :

Diikuti oleh 570 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas 96 pemakalah, wakil-wakil provinsi /kabupaten/ kota dan peserta umum, yang berasal dari berbagai komponen masyarakat seperti seniman, budayawan, cendekiawan, pemangku adat, tokoh masyarakat, profesional, pejabat pemerintah, mahasiswa, dan pemerhati budaya lainnya.

4. Deskripsi Pelaksanaan :

Tiga persidangan pleno maupun 30 sidang komisi, melalui 16 pokok bahasan konkret lewat penyajian makalah dan diskusi.

5. Lain-lain :

Kongres ini difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika.

Kongres ini melewati persiapan yang terdiri atas tiga tahapan yaitu: Temu Budaya Daerah di 25 kota, Temu Regional di empat kota, dan Pra-Kongres pada 28-30 April 2003 di Denpasar.


POKOK-POKOK BAHASAN KONGRES:

1) Integrasi dan Disintegrasi; 2) Krisis Otoritas; 3) Desentralisasi Politik (Otonomi Daerah); 4) Identitas dan Transisi; 5) Konflik dan Kekerasan 6) Warisan Budaya (Cagar, Ilmu, Seni dan Budaya); 7) Kesetaraan Gender; 8) Hukum, Produktivitas dan Korupsi; 9) Reintepretasi & Reposisi Adat dan Tradisi; 10) Pendidikan Pokok bahasan berikut diusulkan pada Pra kongres di Denpasar: a) Ekonomi Kerakyatan; b) Bahasa dan Simbol; c) Budaya Pop dan Seni Hiburan; d) Religi dan Spiritualitas; e) Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; f) Lingkungan Hidup.

Bertolak dari 16 bahasan konkret di atas, diperoleh uraian perihal tema kongres: Konsep, Kebijakan, dan Strategi Kebudayaan

Rekomendasi:

Dari 17 rekomendasi kongres, hanya satu rekomendasi yang menyinggung bahasa Indonesia. Bunyi rekomendasi itu sebagai berikut:

“Kongres menganjurkan agar ada perhatian yang sungguh-sungguh terhadap baik pengembangan maupun pembakuan Bahasa Indonesia sebagai perwujudan daya cipta dan disiplin dalam berbahasa.”

Rekomendasi Tambahan

Kongres juga mendesak dalam rekomendasinya agar a) Kongres Kebudayaan diselenggarakan lima tahun sekali, b) dibentuk lembaga antarkongres yang independen untuk menelusuri perkembangan realisasi berbagai rekomendasi yang memperoleh prioritas perhatian.

 

Tim Perumus:

Anhar Gonggong, Edi Sedyawati, Eka Budianta, Garin Nugroho, I G.N. Anom, Ignas Kleden, Jos Mansobben, KMA. Usop, M. Habib Mustopo, Mudji Sutrisno, Nina Lubis, Parakitri T. Simbolon, Putu Wijaya, Rahman Arge, Saini KM, Sri Hastanto, Susanto Zuhdi, Taufik Abdullah, Taufik Rahzen, Taufiq Ismail, Toeti Heraty N. Roosseno, Tony Djubiantono.

Rekomendasi penting lainnya:

Perlunya didirikan satu pusat nasional kebudayaan, yang merupakan pusat informasi, penelitian, dan pengembangan; berlokasi di ibu kota berbagai Negara; sebagai sumber informasi kebudayaan Indonesia di seluruh dunia; semisal Pusat Kebudayaan Perancis (CCF), Pusat Kebudayaan Jepang (The Japan Foundation), Goethe Institut bagi Jerman, Erasmus Huis bagi Belanda, dan seterusnya.

Homepage : http://www.kongresbud.budpar.go.id

Email : kongresbud@budpar.go.id
  1. Kumpulan Makalah.
Dibaca : 9.534 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password