Rabu, 13 Mei 2026   |   Khamis, 26 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.170
Hari ini : 22.282
Kemarin : 33.274
Minggu kemarin : 209.627
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pantun Sindir-Menyindir

Dalam berbicara dengan orang lain, kadangkala diperlukan ungkapan sindiran, karena ungkapan secara terang-terangan hanya akan menimbulkan perselisihan. Karena itu pantun dengan sindiran yang bernada jenaka menjadi salah satu strategi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  001. Tanam padi dalam hutan
Sudah ditanam ditunggui
Kesal hati ayam jantan
Padi terjemur ditunggui

002.Kerukut kampung serani
Ambil tangga buat titian
Hati takut jadi berani
Melihat janda bagai perawan

003.Elok-elok menunggang kuda
Tebing bertarah tanahnya licin
Elok-elok berbini muda
Nasi hangus gulainya masin

004.Pagi hari memasak bubur
Takut masam ditambah gula
Laki bini tidak bertegur
Mulut diam tangan meraba

005.Anak buntal terkapai-kapai
Dibawa pasang hanyut ke laut
Awak bebal memandai-mandai
Ditanya orang terkentut-kentut

006.Karena jaring ditahan ungka
Banyak siamang tak dapat rezeki
Karena bersaing dengan yang tua
Banyaklah bujang tak dapat bini

007.Sejak belatuk pergi kawin
Siang malam bayan meradang
Sejak beruk jadi pemimpin
Halal haram dimakan orang

008.Jalan-jalan ke Kampung Dalam
Singgah-menyinggah di pagar orang
Pura-pura mencari ayam
Ekor mata ke anak orang
Dibaca : 132.298 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password