Sabtu, 27 Mei 2017   |   Ahad, 1 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 8.057
Hari ini : 50.515
Kemarin : 79.515
Minggu kemarin : 688.898
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.474.989
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pantun Sindir-Menyindir

Dalam berbicara dengan orang lain, kadangkala diperlukan ungkapan sindiran, karena ungkapan secara terang-terangan hanya akan menimbulkan perselisihan. Karena itu pantun dengan sindiran yang bernada jenaka menjadi salah satu strategi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  001. Tanam padi dalam hutan
Sudah ditanam ditunggui
Kesal hati ayam jantan
Padi terjemur ditunggui

002.Kerukut kampung serani
Ambil tangga buat titian
Hati takut jadi berani
Melihat janda bagai perawan

003.Elok-elok menunggang kuda
Tebing bertarah tanahnya licin
Elok-elok berbini muda
Nasi hangus gulainya masin

004.Pagi hari memasak bubur
Takut masam ditambah gula
Laki bini tidak bertegur
Mulut diam tangan meraba

005.Anak buntal terkapai-kapai
Dibawa pasang hanyut ke laut
Awak bebal memandai-mandai
Ditanya orang terkentut-kentut

006.Karena jaring ditahan ungka
Banyak siamang tak dapat rezeki
Karena bersaing dengan yang tua
Banyaklah bujang tak dapat bini

007.Sejak belatuk pergi kawin
Siang malam bayan meradang
Sejak beruk jadi pemimpin
Halal haram dimakan orang

008.Jalan-jalan ke Kampung Dalam
Singgah-menyinggah di pagar orang
Pura-pura mencari ayam
Ekor mata ke anak orang
Dibaca : 124.802 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password