Minggu, 22 Oktober 2017   |   Isnain, 1 Shafar 1439 H
Pengunjung Online : 3.078
Hari ini : 26.822
Kemarin : 37.611
Minggu kemarin : 220.100
Bulan kemarin : 7.753.475
Anda pengunjung ke 103.506.599
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pantun Kasih Tak Sampai

Pantun ini berisi kekecewaan hati seseorang karena cinta tulusnya tidak mendapatkan balasan. Penolakan tersebut berbentuk ketidakacuhan dan menolak pinangan. Akibat penolakan tersebut, orang tersebut menjadi malu, badannya menjadi lesu tidak berdaya, bahkan hancur binasa.


001. Ulam bukan sebarang ulam
Ulamnya dibawa anak penggalas
Demam bukan sebarang demam
Demam cinta tidak terbalas

002.Tabunglah gendang bunyi bertalu
Orang bersorak gegap gempita
Sungguh malang nasib diriku
Cinta ditolak harapan hampa

003.Tujuh hari dalam seminggu
Budak duduk membelah rotan
Tubuhku lesu memendam rindu
Awak bertepuk sebelah tangan

004.Ampas kelapa dibuang orang
Jatuh ke sungai dimakan ikan
Lemas anggota remuklah tulang
Kasih tak sampai binasa badan

005.Buah seminai biji berkilat
Dibuat minyak rasa perisa
Sudah ku ungkai tali pengikat
Adik menolak apalah daya

006.Dapat itik baru bertelur
Hendak digulai tak sampai hati
Teringat adik hatiku hancur
Kasih tak sampai kubawa mati

007.Buah perindu di Bukit Siguntang
Sejak dahulu berhujan panas
Tubuhku layu sakit telentang
Karena cintaku tiada berbalas

008.Buah durian berduri-duri
Bila masak tentulah gugur
Sudah berbulan kunanti-nanti
Adik mengelak hatiku hancur

009.Bukan palu sebarang palu
Palu gada bertali rantai
Bukan pilu sebarang pilu
Pilu karena kasih tak sampai

010.Cukup sudah orang berlayar
Tetapi kolek tak mau laju
Cukup sudah abang bersabar
Tetapi adik tak mau tahu

011.Gugur buah di pagi hari
Ada masak ada yang muda
Hancur sudah hatiku ini
Cinta ditolak begitu saja

012.Gugur melati dimakan kumbang
Layulah tangkai patah kelopak
Hancur hatiku bukan kepalang
Rindu tak sampai cinta ditolak

013.Bulan puasa bulan teruji
Orang beramai pergi ke surau
Badan sengsara memakan hati
Kasih tak sampai hatiku risau

014.Bagaimana nasi tidakkan putih
Beras ditumbuk diidang dulu
Bagaimana hati tidakkan sedih
Puas membujuk orang tak mau

015.Buluh perindu di Bukit Siguntang
Sejak dahulu berhujan panas
Tubuhku layu sakit telentang
Karena cintaku tiada berbalas

016.Diam-diam orang melukis
Membuat gambar anak peladang
Dalam diam abang menangis
Niat meminang ditolak orang

017.Beban berat kakipun goyang
Rasanya letih menggoyang lutut
Badan penat hati pun bimbang
Karena kasih tiada bersambut

018.Air hujan turun mencurah
Jatuh ke tanah terus ke laut
Binasa badan menahan gundah
Kasih kucurah tiada bersambut

019.Angin bertiup semakin kencang
Kapal berlayar dilanda badai
Ingin kuhidup bersama abang
Sayangnya kasih tiada sampai

020.Anak elang mati terkejut
Hilang campak ke dalampaya
Awaklah sayang hati terpaut
Orang menolak apalah daya

021.Bulan haji bulan mulia
Orang ke Mekah beramai-ramai
Bukan ku mati karena senjata
Sedang bercinta kasih tak sampai

022.Asap api nampak menjulang
Petang hari barulah reda
Hasrat hati hendak meminang
Orang tak sudi undurlah hamba

023.Banyaklah beruk makan cempedak
Memanjat kayu sepanjang hari
Hendak merajuk bukanlah budak
Penat merayu orang tak sudi

024.Asap api dari seberang
Dibawa angin ketengah laut
Hasrat hati memetik kembang
Rupanya kasih tiada bersambut

025.Asap api nampak bergumpal
Padang kering sudah menyala
Hasrat hati hendak berkenal
Orang berpaling apalah daya

026.Bagaimana orang takkan beramuk
Dusun dan desa dirusak musuh
Bagaimana abang takkan merajuk
Bertahun kupuja adik tak acuh

027.Bagaimana orang hendak menumbuk
Lesunya saja tidak berlalu
Bagaimana abang hendak memeluk
Dipandang saja adik tak mau

028.Batang nyiur di tepi kolam
Di sana bayan berdiam diri
Orang ditegur bermuka masam
Kasihku simpan di dalam saja

029.Belum duduk sudah berdiri
Manakan orang dapat bicara
Belum ditengok sudah lari
Manakah sempat kita bercinta

030.Buah cempedak jatuh berdebuk
Jatuh menimpa anak buaya
Sudah sejak aku membujuk
Dinda tak suka apalah daya

031.Palu bukan sembarang palu
Palu pusaka berpalut emas
Malu bukan sembarang malu
Malu cinta tidak berbalas
Dibaca : 32.599 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password