Pantun Ajaran Budi Terhadap Perempuan
Dalam masyarakat Melayu penanaman nilai-nilai moralitas lebih ditujukan kepada perempuan. Hal ini nampakya disebabkan oleh pandangan masyarakat Melayu yang menganggap peran perempuan mempunyai dua fungsi kultural, yakni
Pertama, perempuan sebagai penjaga gawang moralitas. Perempuan mempunyai peranan penting dalam menjaga berbagai aturan dan kebiasaan yang ada dalam masyarakat. Norma susila lebih dibebankan kepada perempuan, seperti menjaga kesopanan, kesantunan dan kesusilaan masyarakat Melayu. Keelokan bukan hanya mengacu kepada kecantikan fisik belaka, melainkan juga keelokan dalam menjalankan kewajiban agama, menjaga moralitas dan patuh terhadap aturan yang berlaku dalam masyarakat. Anjuran untuk berbuat baik ini dipraktikkan oleh kaum perempuan untuk tidak bermuka masam, menjaga perangai, menghindari aib, tahan uji dan tidak mudah tergoda. Bagi perempuan yang berlaku tidak begitu baik, akan mudah tersebar perangai buruknya hingga ke seluruh penjuru wilayah.
Kedua, perempuan sebagai pengajar dalam pewarisan tradisi. Karena perempuan lebih sering tinggal di rumah, maka perempuan lebih mempunyai kedekatan dalam merawat dan membesarkan anak. Ajaran-ajaran untuk mewarisi tradisi dan adat selalu dimulai dari rumah tangga.
Berikut pantun yang memberikan contoh peran perempuan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang perempuan:
- Pantun Isteri Salehah.
- Pantun Perempuan Menjaga Marwah.
- Pantun Perempuan Elok Luar Dalam.
Dibaca : 37.858 kali.
Berikan komentar anda :