Jumat, 15 Desember 2017   |   Sabtu, 26 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 2.396
Hari ini : 6.102
Kemarin : 52.413
Minggu kemarin : 304.443
Bulan kemarin : 5.609.877
Anda pengunjung ke 103.965.576
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Hikayat Inderaputera

Kandungan unsur Islam yang menyatu dengan unsur Hindu dapat dikenali dalam contoh Hikayat Inderaputera. Unsur-unsur Islam tersebut antara lain:

  1. Pemakaian kata Al-Quran, seperti dicontohkan dalam penceritaan Inderaputera pada usia tujuh tahun dapat secara fasih membaca al-Qur`an.
  2. Awal penceritaan dimulai dengan kata Bismillah ... dan wabihi nasta`inu...
  3. Terdapat beberapa kali penulisan kata-kata Allah, Allah subhanahu wa taala, Bismillah, dan wallahu a`lamu bi al-sawab.
  4. Dalam hikayat ini juga dituliskan peringatan kepada Inderaputera akan kebesaran Allah Yang Maha Kuasa selama pengembaraannya mencari bunga untuk mengobati kemandulan Raja Syahian.
  5. Inderaputera hanya memiliki empat istri yang mencerminkan bahwa ia patuh pada peraturan agama Islam dalam sistem perkawinan, meskipun ia punya peluang untuk kawin lebih dari empat wanita.
  6. Dalam hikayat ini juga dituliskan tentang cara bersyukur dengan memberikan sedekah, misalnya rasa syukur Raja Syahian pada saat memperoleh seorang puteri, juga rasa syukur ketika puteri yang sudah dewasa sembuh dari sakit.
  7. Raja Bikrama Buspa berdoa di masjid ketika kehilangan Inderaputera, dan seterusnya.

Ringkasan Hikayat Inderaputera

Hikayat ini mengisahkan seorang Putera Raja Bikrama Buspa dari Negeri Samanta Puri, bernama Inderaputera. Inderaputera dibawa terbang oleh merak emas dan dijatuhkan di sebuah taman bunga milik nenek kebayan, nenek yang biasa menjadi suruhan. Di tempat ini Inderaputera diasuh oleh nenek itu hingga dewasa, dan akhirnya menjadi Perdana Menteri Inderaputera pada pemerintahan Maharaja Syahian. Inderaputera diberi tugas untuk menemui Berma Sakti guna mendapatkan obat bagi Maharaja Syahian supaya bisa mempunyai anak.

Selama perjalanannya, Inderaputera mengalami banyak hal ajaib dan menakutkan namun semua itu dapat diatasi berkat kesaktiannya. Akhirnya, Inderaputera bisa bertemu dengan Berma Sakti dan mendapatkan obat yang diinginkan oleh Maharaja Syahian. Inderaputera pulang dan disambut dengan senang hati oleh Maharaja Syahian, namun tidak demikian dengan para menterinya sehingga timbul banyak fitnah tentang keburukan Inderaputera. Dengan kebijaksanaannya, akhirnya para menteri tunduk pada Inderaputera.

Setelah mengabdi pada Maharaja Syahian sekian lama, maka Inderaputera berkeingian menemui ayahnya. Ia berhasil menemui ayahnya, yaitu Putera Raja Bikrama Buspa dan olehnya ia dinobatkan menjadi raja di negeri Samanta Puri dengan didampingi oleh empat istrinya.

(FX. Indrojiono/Sas/5/10-08)

Dibaca : 22.767 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password