Kaledo

Menyambangi Kota Palu, ada satu makanan yang tidak boleh dilewatkan, yakni Kaledo. Ya, kaledo yang berarti kaki sapi, merupakan salah satu masakan khas Kota Palu yang sangat lezat rasanya. Ada cerita menarik dari terciptanya masakan Kaledo ini.
Konon, ada seorang dermawan yang baru saja memotong sapi dan ingin membagi-bagikannya. Mendengar adanya pembagian daging sapi, orang Jawa menjadi yang pertama kali datang untuk mengambil. Sehingga, ia kebagian daging sapi yang empuk dan menjadikannya bakso. Berikutnya datang orang Makassar yang hanya mendapat jeroan isi perut, karena daging telah habis diambil orang Jawa. Isi perut sapi ini, kemudian diolah menjadi Coto Makassar. Sementara itu, orang Kaili (penduduk asli Kota Palu) datang belakangan dan hanya mendapatkan tulang dan sedikit daging yang masih menempel di tulang-tulang tersebut. Sesampainya di rumah, orang Kaili tersebut tetap berusaha mengolah tulang-tulang tersebut diolah, dan jadilah Kaledo, masakan yang lezat rasanya.
Kaki sapi yang menjadi bahan utama Kaledo ini, diolah dengan menambahkan asam ke dalam kuahnya. Sehingga jadilah semacam sup dengan kuah bening kekuningan dan rasa kecut yang menyegarkan. Selain memakan daging yang menempel di tulang, salah satu cara menikmati Kaledo adalah dengan menyedot sum-sum di dalam tulang kaki sapi.
Bahan:
- 1 kg daging dan tulang kaki sapi
- 5 ruas panjang asam jawa mentah
- 15 btr cabe rawit hijau, tumbuk kasar.
- Garam secukupnya
- Jeruk nipis
Cara pembuatan:
- Cuci daging dan tulang kaki sapi hingga bersih
- Jerang air dalam panci hingga mendidih
- Masukkan daging dan tulang sapi, masak hingga daging menjadi empuk
- Buang air rebusan daging dan tiriskan.
- Jerang air di panci lainnya, masukkan kembali daging dan tulang yang telah dimasak. Hal ini diperlukan untuk mengurangi lemak pada air rebusan.
- Setelah air menddih, masukan garam, cabe rawit hijau, dan asam jawa, biarkan hingga matang.
- Sajkan dalam keadaan hangat. Beri taburan bawang goreng dan tambahkan jeruk nipis sesuai selera, sebagai penguat rasa dan aroma.
(Dari berbagai sumber/Des Christy/kul/30/05-09)
Foto: http://community.kompas.com/
Dibaca : 7.244 kali.
Berikan komentar anda :