Rabu, 26 April 2017   |   Khamis, 29 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 2.637
Hari ini : 12.629
Kemarin : 65.310
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.212.152
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Mie Ongklok Khas Wonosobo


“Anda belum ke Wonosobo kalau belum menikmati Mie Ongklok,” itulah tagline yang sering diucapkan oleh warga Wonosobo kepada sanak saudara maupun wisatawan yang mengunjungi Kota Wonosobo. Hal itu tidaklah terlalu berlebihan, mengingat keberadaan Mie Ongklok sebagai makanan khas sekaligus makanan kebanggaan warga Kota Wonosobo.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pencipta resep Mie Ongklok ini adalah Pak Muhadi. Konon, Pak Muhadi menciptakan resep ini secara tidak sengaja. Pada saat mudanya, Pak Muhadi bekerja di tempat juragan bakmi. Setelah bekerja beberapa waktu, Pak Muhadi berkeinginan untuk mandiri. Lalu Pak Muhadi memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan mie sebagai menu utama. Saat itu Pak Muhadi berjualan mie secara berkeliling menggunakan gerobak. Tidak puas dengan resep mie yang biasa-biasa saja, maka Pak Muhadi berkeinginan untuk menciptakan resep yang baru. Maka dimulailah proses coba-coba itu. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, akhirnya Pak Muhadi menemukan sebuah resep yang di kemudian hari dikenal sebagai Mie Ongklok.

Penggunaan kata ongklok untuk menjelaskan proses pemasakan mie yang di-ongklok-ongklok. Di-ongklo-ongklok bisa berarti diaduk dengan cara dilempar-lemparkan ke atas menggunakan wadah. Isi dalam wadah tersebut akan terhambur ke atas kemudian terkumpul lagi dalam wadah dan tidak tumpah atau berceceran.

Berbahan dasar mie kuning, kucai, dan kubis yang merupakan sayuran utama masyarakat Wonosobo membuat Mie ongklok terasa pas dengan lidah orang Wonosobo. Ditambah dengan kondisi geografis Wonosobo yang terletak di dataran tinggi dan bertemperatur dingin membuat mie ini sangat digemari oleh masyarakat.

Bahan:

  • 750 ml kaldu daging
  • 3 sendok makan tepung kanji
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 300 gram mi basah
  • 100 gram kol, iris kasar
  • 10 kucai, iris halus
  • Ebi secukupnya
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 2 siung bawang putih
  • 1/4 sendok teh merica
  • 1/2 sendok teh garam

Cara Pembuatan:

  1. Tumis bumbu halus hingga harum.
  2. Masukkan kaldu, tambahkan ebi dan tepung kanji yang sudah di cairkan. Aduk hingga mendidih dan mengental. Angkat.
  3. Masukkan mie, irisan kol dan kucai ke dalam saringan, lalu rebus dalam air mendidih dambil di ongklok-ongklok hingga matang. Angkat.
  4. Tuang rebusan mie, kucai, dan kol ke dalam mangkuk. Siram dengan kuah kaldu yang sudah mengental. Taburkan bawang goreng di atasnya.
  5. Sajikan selagi hangat bersama tempe kemul dan sate.

Elisabeth Murni (kul/6/09-09)

Diolah dari berbagai sumber

Foto diambil dari: http://www.ncc-indonesia.com/

Dibaca : 11.876 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password