Selasa, 17 Oktober 2017   |   Arbia', 26 Muharam 1439 H
Pengunjung Online : 338
Hari ini : 15.692
Kemarin : 29.523
Minggu kemarin : 157.490
Bulan kemarin : 7.753.475
Anda pengunjung ke 103.481.808
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Sup Senerek


Sup Senerek merupakan makanan favorit penduduk Kota Magelang yang telah ada sejak zaman pendudukan Belanda di Indonesia. Kata Senerek sendiri bermula dari bahasa Belanda Snert yang artinya kacang polong. Untuk memudahkan pengucapan, warga Magelang zaman dulu mengubah kata Snert menjadi Senerek. Namun pengadopsian kata ini sebenarnya juga kurang sesuai karena bahan dasar Sup Senerek bukanlah kacang polong yang berwarna hijau melainkan kacang merah.

Salah satu alasan yang membuat Sup Senerek menjadi begitu populer bagi penduduk Magelang adalah kondisi geografis kota itu sendiri. Magelang terletak di kaki Gunung Tidar, hal itu menjadikan Magelang beriklim sejuk bahkan cenderung dingin. Oleh karena itu, masyarakat lebih suka mengkonsumsi makanan yang panas dan berkuah, Sup Senereklah pilihannya. Selain itu, Sup Senerek juga bagus dikonsumsi pada masa penyembuhan ataupun yang sedang tekena gejala flu. Hal ini dikarenakan Sup Senerek kaya akan protein dan vitamin yang diperlukan bagi kekebalan tubuh.

Bahan:

  • 250 gr kacang merah
  • 250 gr iga sapi dipotong kotak
  • 2 buah wortel iris bulat
  • Daun seledri
  • Daun bawang

Bumbu Halus:

  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt merica
  • 1 butir pala
  • Garam secukupnya

Cara Pembuatan:

  1. Rebus iga sapi bersama dengan kacang merah.
  2. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan. Rebus hingga daging dan kacang merah menjadi empuk dan kuahnya berwarna merah kecoklatan.
  3. Setelah empuk masukkan wortel, daun bawang, dan daun seledri. Masak hingga matang.
  4. Sajikan dengan taburan bawang goreng dan sambal kecap.

Tips:

Untuk mendapatkan kandungan vitamin yang lebih banyak, sebaiknya Anda menggunakan kacang merah yang masih kering (tidak direndam). Semakin lama merebus kacang merah dan daging, kuah atau kaldu yang dihasilkan akan semakin lezat dan rasa bumbunya semakin menyatu.

Elisabeth Murni (kul/7/09-09)

Sumber foto: http://escoret.net/blog/?p=227

Dibaca : 5.525 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password