Selasa, 30 Mei 2017   |   Arbia', 4 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 3.763
Hari ini : 2.456
Kemarin : 133.093
Minggu kemarin : 704.729
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.491.373
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Lapek Bugih


Membicarakan tentang Tanah Minang tentu saja tak pernah bisa lepas dari perbincangan tentang kulinernya. Hampir setiap kota di Indonesia terdapat rumah makan yang menyajikan masakan Minang. Pedas dan bersantan, itu adalah ciri utama masakan Minang. Bagi Anda yang ingin mencicipi kuliner Minang namun tidak suka dengan rasa pedas, cobalah cicipi jajanan pasar khas Minang yang satu ini. Lapek Bugih terbuat dari beras ketan berisi gula merah, kemudian di campur dengan santan dan dibungkus daun pisang. Rasanya lezat luar biasa, terutama jika dimakan hangat-hangat di pagi hari.

Bahan:

  • 150 g tepung ketan hitam
  • 100 g tepung ketan
  • 300 ml santan, didihkan bersama 1 sdt garam, biarkan hingga hangat
    daun pisang

Isi (Unti):

  • 250 g kelapa agak muda, parut memanjang
  • 200 g gula pasir
  • 125 ml air
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt vanili

Untuk siraman:

  • 300 ml santan kental
  • 1/2 sdt garam

Cara Pembuatan:

  1. Masak semua bahan isi (unti) menjadi satu hingga gula leleh dan adonan mengental. Angkat dan dinginkan.
  2. Rebus bahan siraman hingga mengental. Angkat dan dinginkan.
  3. Aduk tepung ketan dan tepung ketan hitam dengan santan. Uleni hingga kalis.
  4. Bentuk adonan menjadi bulatan sedang.
  5. Ambil satu adonan tepung, pipihkan.
  6. Isi dengan adonan unti secukupnya, kemudian bulatkan.
  7. Buat pincuk dari daun pisang. Taruh sebutir adonan yang sudah berisi unti. Tuangi dengan sedikit santan kental. Lipat sisi kiri dan kanan daun, lalu selipkan di bagian bawah.
  8. Kerjakan yang sama pada sisa adonan.
  9. Kukus dalam dandang panas hingga matang. Angkat dan dinginkan. Lapek Bugih siap dihidangkan.

Elisabeth Murni (kul/14/12-09)

Resep diolah dari berbagai sumber

Foto diambil dari: http://ikobana.blogspot.com/2009_07_01_archive.html

Dibaca : 6.298 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password