Rabu, 28 Juni 2017   |   Khamis, 3 Syawal 1438 H
Pengunjung Online : 2.584
Hari ini : 26.281
Kemarin : 49.268
Minggu kemarin : 557.755
Bulan kemarin : 7.570.538
Anda pengunjung ke 102.722.339
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pengobatan Tradisional Melayu Negeri Pangean, Riau


Masyarakat Melayu Negeri Pangean mempunyai kearifan lokal tersendiri dalam mengobati penyakit. Metode yang mereka terapkan untuk mengobati penyakit adalah pengobatan tradisional. Masyarakat Melayu Pangean mengenal dua macam penyakit, yaitu penyakit yang nyata dan penyakit yang gaib. Dua penyakit ini ditangani dengan cara dan pengobatan yang berbeda.

1. Pengantar

Secara administratif, Negeri Pangean terletak di dalam wilayah Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Luas Negeri Pangean adalah 252, 86 km persegi atau 25, 286 hektar. Negeri Pangean berbatasan dengan Desa Situnggal dan Desa Sikijang Kecamatan Kuantan Hilir di sebelah utara, Desa Kasang Limau Sundai, Kecamatan Kuantan Hilir di sebelah selatan, Desa Pasar Usang Baserah di sebelah timur dan Desa Beringin Jaya, Kecamatan Kuantan Tengah di sebelah barat (Noer Muhammad, dkk. 2009: 12-13).

Negeri Pangean merupakan daerah pedesaan dengan mata pencaharian mayoritas penduduknya di bidang pertanian. Kehidupan sosial masyarakat Pangean dipengaruhi oleh ajaran Islam, meskipun tidak seluruh masyarakat menjalankan syariat Islam secara penuh. Ada dua sistem yang mempengaruhi keyakinan masyarakat terhadap Islam, yaitu adat dan tradisi. Agama Islam bagi masyarakat Pangean merupakan sumber nilai, akan tetapi perilaku kehidupan sosial sehari-hari terkadang masih bernuansa Hindu. Penduduk Negeri Pangean umumnya cenderung bertindak menurut tradisinya lebih dahulu baru kemudian mempertimbangkan nilai-nilai Islam.

Sistem nilai dan tradisi tersebut berpengaruh pada pandangan masyarakat Pangean mengenai dunia di luar dunia manusia, yaitu alam dan makhluk gaib. Masyarakat Pangean percaya bahwa makhluk halus/gaib menghuni tumbuhan yang sejiwa dengan tumbuhan tersebut. Kepercayaan ini juga berpengaruh pada kepercayaan masyarakat Pangean mengenai konsep sakit serta penyakit dan cara pengobatannya.

Nilai-nilai Islam mempengaruhi pandangan masyarakat Pangean mengenai penyakit di mana penyakit adalah sesuatu yang datang dari Tuhan. Dari keyakinan ini, penyakit dikategorikan menjadi dua, yaitu jenis penyakit yang diketahui penyebabnya dan jenis penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara nyata. Pandangan mengenai penyakit yang tidak diketahui penyebabnya terkait dengan kepercayaan masyarakat Pangean mengenai makhluk-makhluk gaib (Noer Muhammad, dkk., 2009: 21-22).

Beberapa penyakit yang nyata tampak penyakit dan penyebabnya yang biasa dialami masyarakat Pangean misalnya, sakit gigi, panu, kurap, bisul, sakit mata, dan lain sebagainya. Penyakit ini biasanya akan diobati dengan pengobatan tradisional dengan menggunakan ramuan tumbuhan tertentu. Biasanya juru sembuh akan membacakan mantra pada ramuan obat yang akan diberikan pada si sakit.

Penyakit yang sifatnya tidak tampak bisanya berupa pening atau sakit perut. Untuk mengobati penyakit ini, juru sembuh akan bertanya terlebih dahulu bagian mana yang terasa sakit. Penyakit ini benar-benar tidak dapat dilihat dengan mata, diraba, atau ditunjukkan kepada juru sembuh dengan kata lain penyakit itu adalah penyakit gaib. Oleh karena itu, juru sembuh juga akan menggunakan cara-cara yang berhubungan dengan hal-hal gaib. Untuk mendapatkan petunjuk, misalnya, juru sembuh menggunakan sebutir telur dan ilmu gaibnya. Setelah mengetahui penyakit si penderita, juru sembuh akan menggunakan kekuatan gaib untuk mengobati si sakit.

2. Jenis Penyakit dan Cara Pengobatannya

Pengetahuan masyarakat Pangean tentang penyakit dan pengobatannya merupakan warisan dari orang tua. Pengetahuan tersebut diperoleh dari lingkungan keluarga dan para ahli pengobatan. Pengetahuan terhadap jenis tumbuh-tumbuhan yang selalu digunakan juru sembuh untuk mengobati jenis penyakit tertentu telah dikenalkan sejak dini, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sehingga pengetahuan mengenai jenis tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Pangean. Menurut Noer Muhammad, dkk., (2009:24-29) cara pengobatan penyakit yang dipraktikkan masyarakat Pangean adalah sebagai berikut:

Pegal, Linu, dan Tidak Enak Badan

Ramuan tradisional yang digunakan untuk mengobati penyakit pegal, linu, letih, dan tidak enak badan adalah bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang terdiri atas daun bunga tanjung, daun meransi (daun tumbuhan palm), daun rambutan, dan daun cikorau yang biasanya tumbuh di persawahan.

Ramuan dibuat dengan cara merebus keempat jenis daun tersebut di sebuah panci besar tertutup rapat sampai mendidih. Setelah mendidih, panci diangkat dan orang yang sakit harus diselimuti serapat mungkin. Si sakit kemudian dihangatkan tubuhnya dengan uap air rebusan obat. Hal ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut selama setengah jam hingga si sakit dapat mengeluarkan keringat. Sebelum melakukan pengobatan ini, biasanya juru sembuh akan memantrai si sakit. Khasiat obat ini sama dengan mandi uap, yakni agar si sakit menjadi segar kembali.   

Bengkak, Sejenis Bisul

Ramuan yang digunakan untuk mengobati penyakit ini adalah buah kemiri yang dibakar. Kemudian mengambil isi kemiri tersebut dan digosokkan di tempat yang licin, misalnya kaca, sehingga mengeluarkan minyak. Minyak kemiri tersebut kemudian dioleskan ke sekeliling tempat yang sakit.   

Cacingan

Ramuan untuk mengobati cacingan adalah kelapa tua, bawang merah, dan limau sandai. Cara pengobatannya yaitu dengan memeras kelapa tersebut untuk diambil santannya, bawang merah diiris kemudian diperas dan dicampur dengan air perasan daun limau sundai. Ketiganya diaduk menjadi satu. Setelah itu juru sembuh akan membacakan mantra “tuju golang-golang” pada air obat itu dan diminumkan kepada si sakit selama tiga kali berturut-turut.

Demam Akibat Tersapa Setan

Dalam keyakinan masyarakat Pangean, jika seseorang mengalami demam, panas, dan kepalanya pusing, maka orang itu dipercaya telah tersapa setan. Ramuan yang digunakan untuk penyakit ini adalah dua irisan tipis kunyit. Kemudian masing-masing irisan diberi mantra lalu dioleskan ke kering serta ditempelkan pada pelipis kiri dan kanan. Sisa potongan kunyit dioleskan ke semua kuku tangan dan kaki.  

Panu

Penyakit panu dapat diobati dengan ramuan yang terdiri atas gelinggang laut (sejenis tumbuhan perdu), jahe, dan ditambah minyak tanah. Cara pengobatannya adalah menggosokkan gelinggang laut di tempat yang sakit saat mandi sampai kulit berwarna kemerah-merahan. Pengobatan tersebut dilakukan secara rutin, dan biasanya dalam waktu tiga hari penyakit panu akan sembuh. Sedangkan penggunaan jahe untuk mengobati penyakit panu adalah jahe tersebut digiling hingga halus dan dicampur minyak tanah. Ramuan tersebut dioleskan pada tempat yang sakit pada waktu mandi.

Kurap

Pengobatan tradisional penyakit kurap dilakukan dengan menggunakan daun kayu racun yang merupakan sejenis tumbuhan perdu. Daun ini ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan kapur sirih. Pengobatan dilakukan dengan mengoleskan ramuan tersebut setelah mandi. 

Sakit Perut

Sakit perut yang dimaksud di sini adalah perut tiba-tiba terasa mulas. Ramuan yang dipakai untuk mengobati penyakit ini adalah bawang putih dan jahe ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan air masak yang hangat. Ramuan tersebut diminum beberapa kali hingga sakit perut hilang.  

Luka Ringan

Ramuan untuk mengobati luka ringan adalah daun sungkai. Daun tersebut dikunyah atau ditumbuk hingga lumat dan ditempelkan ke tempat yang luka. Cara yang lain adalah menggunakan arang yang menempel pada wajan yang digunakan untuk memasak sayur-sayuran. Arang tersebut diambil dan dioleskan pada bagian yang luka.

Obat Mata

Penyakit mata dapat diobati dengan lima helai daun sirih yang dicuci hingga bersih kemudian ditempat ke dalam mangkuk kecil yang berisi air bersih. Kemudian mata dicelupkan ke dalam air tersebut sambil berkedip-kedip sehingga kuman dan kotoran yang ada di dalam mata terdorong ke luar.

Gatal-gatal

Ramuan untuk mengobati penyakit gatal-gatal adalah terong yang dipotong-potong kemudian digosokkan ke bagian yang gatal.

Demam Panas

Ramuan yang digunakan untuk mengobati demam panas adalah daun bunga sepatu. Daun bunga ini diremas-remas hingga keluar airnya yang seperti lendir. Remasan daun tersebut kemudian ditempelkan di kening orang yang sakit hingga panasnya turun.

Batuk Seratus Hari

Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan daun sirih yang dikunyah bersama gula enau dan airnya ditelan hingga beberapa kali atau hingga air yang terkandung dalam daun sirih tersebut habis.

Terkilir

Cara mengobati sakit ini dengan ramuan tradisional adalah dengan menggunakan akar pohon pisang sembatu dan daun bunga bakung. Akar pisang sembatu dibakar hingga layu, kemudian diurutkan pada bagian yang terkilir dan bengkak. Sedangkan daun bunga bakung dipanggang hingga layu lalu diolesi minyak kelapa. Daun tersebut kemudian ditempelkan pada bagian yang terkilir ketika masih hangat.   

Sakit Pinggang

Ramuan untuk mengobati sakit pinggang adalah rebusan daun kumis kucing. Cara membuat ramuan ini adalah, daun kumis kucing direbus dalam air yang mendidih, kemudian airnya diminum sebanyak tiga kali sehari.

TBC

Obat tradisional untuk penyakit TBC adalah daun waru yang diremas-remas dan airnya dimasak sebanyak setengah gelas.

Sakit Gigi

Pengobatan tradisional untuk orang yang menderita sakit gigi dapat dilakukan dengan menggunakan getah tangkai pepaya yang dioleskan dan dimasukkan ke dalam lubang gigi yang sakit. Cara lain untuk mengobati sakit gigi adalah dengan menggunakan daun kecubung. Cara pengobatannya, daun kecubung direndam kemudian dimasukkan ke dalam tempurung yang berlubang pada bagian bawahnya. Tempurung tersebut kemudian ditaruh sebatang bambu sebesar jari telunjuk sepanjang 20 cm. Bambu tersebut dihubungkan ke lubang gigi sehingga uap buah kecubung akan mengalir ke gigi yang berlubang tersebut dan menghilangkan dan mematikan kuman pada gigi itu.   

3. Penutup

Berbagai perkembangan zaman dan berbagai kemajuan teknologi tidak serta-merta menggeser peran pengobatan tradisional. Pengobatan modern dan pengobatan tradisional justru saling melengkapi satu sama lain. Bagi masyarakat tradisional yang umumnya tinggal di pedesaan, pengobatan tradisional menjadi penting karena untuk menjangkau pengobatan modern terkadang masyarakat masih kesulitan, termasuk mengenai biayanya, sehingga, dalam kondisi yang demikian, pengobatan tradisional masih berperan cukup penting.

(Mujibur Rohman/Bdy/27/04-2011)

Sumber gambar: kwu-kesmasb.blogspot.com

Referensi:

Noer Muhammad, dkk. 2009. Pengobatan Tradisional Daerah Riau. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu dan Adicita Karya Nusa.

Dibaca : 16.335 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password