Selasa, 30 Mei 2017   |   Arbia', 4 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 3.752
Hari ini : 2.607
Kemarin : 133.093
Minggu kemarin : 704.729
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.491.380
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pengobatan Tradisional Penyakit Luar, Kalimantan Timur


Masyarakat Melayu di Kalimantan Timur mempunyai cara tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Metode pengobatan ini berasal dari pandangan masyarakat setempat mengenai penyakit dan cara pengobatannya. Cara pengobatan tradisional ini menggunakan bahan yang berasal dari alam dan lingkungan sekitar.

1. Pengantar

Kalimantan Timur masih kaya akan berbagai hasil alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Kehidupan masyarakat yang sebagian besar masih bergantung pada alam berpengaruh pada pandangan mereka tentang penyakit. Menurut orang Kutai, Kalimantan Timur, misalnya, penyakit dapat disebabkan oleh hal yang fisik dan nonfisik. Terdapat dua pendapat mengenai penyakit, yaitu konsep lama dan konsep modern. Dua konsep ini merupakan dua hal yang sama kuat. Masyarakat tradisional masih bertahan dengan konsep lama tentang penyakit, sementara masyarakat yang hidup lebih kini mempunyai konsep baru. Namun, kedua konsep ini masih sama-sama berpengaruh di masyarakat secara luas.

Menurut konsep masyarakat yang sudah maju, sakit adalah hal yang wajar. Penyebab sakit adalah bibit penyakit dan bakteri yang menyerang tubuh, atau akibat menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut. Konsep ini membawa dampak pada cara pengobatan di mana penyakit diatasi dengan cara menghindari dan mengobati penyakit secara klinis.

Sedangkan masyarakat tradisional beranggapan bahwa terdapat penyakit yang biasa dan penyakit yang luar biasa. Penyakit luar biasa berhubungan dengan kepercayaan kepada hal-hal gaib, misalnya sakit karena diguna-guna orang lain atau sakit karena gangguan makhluk halus. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan cara-cara tradisional atau dengan cara “halus” pula, misalnya dengan mengadakan komunikasi dengan makhluk halus tersebut. Pengobatan seperti ini menggunakan perantara atau pertolongan dukun.

Dalam dunia medis, penyakit dapat digolongkan menjadi penyakit dalam dan penyakit luar. Pengobatan penyakit luar dan penyakit dalam berbeda, baik menurut masyarakat yang sudah maju maupun masyarakat yang memandang penyakit secara tradisional. Beberapa metode pengobatan untuk penyakit luar berdasarkan cara-cara tradisional akan dijelaskan pada bagian di bawah ini.

2. Pengobatan Tradisional Penyakit Luar

a. Luka bakar

Penyebab penyakit ini adalah terkena atau terbakar api maupun benda panas, misalnya terkena tumpahan minyak goreng. Cara pengobatan penyakit ini adalah dengan menempelkan obat pada luka, bahan ramuan tersebut terdiri dari: pasta gigi atau odol, tinta, oli bekas, dan lemak ayam. Fungsi dari bahan tersebut, yaitu pasta gigi berfungsi untuk mencegah gelembung pada kulit, oli bekas juga digunakan untuk mencegah kulit menggelembung, sedangkan lemak ayam berfungsi untuk menyembuhkan luka. Cara pengobatannya adalah sebagai berikut:

  1. Oli diambil dengan kapas kemudian dioleskan pada luka.
  2. Mengoleskan pasta gigi di atas tempat yang sakit.
  3. Lemak ayam digoreng di atas wajan hingga menjadi minyak. Kemudian, minyak tersebut dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan luka.

Pada waktu pengobatan, luka tersebut dibiarkan terbuka agar cepat mengering.

b. Luka Iris

Luka iris dapat sembuh dengan menggunakan ramuan obat yang ditempel pada luka atau dibalut. Pengobatan tradisional untuk penyakit ini adalah dengan menggunakan bubuk kopi. Cara pengobatannya adalah luka dibersihkan, setelah itu bubuk kopi ditempelkan secara merata pada luka kemudian dibalut. Pengobatan dilakukan 2 hingga 3 kali sehari. Selama masa pengobatan, sebisa mungkin si sakit tidak terlalu banyak bergerak dan banyak istirahat.

c. Luka Kena Senjata Beracun

Penyakit ini dalam istilah orang Kutai disebut luka senjata bisa. Gejala penyakit ini, yaitu terasa sangat sakit dan tubuh penderita panas dan berwarna kebiru-biruan. Penyakit ini berbahaya bagi si sakit bila tidak segera ditolong, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Pengobatan penyakit ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding penyakit biasa. Pengobatan tradisional untuk penyakit ini adalah dengan menggunakan segelas air masak. Kemudian duku yang menjadi juru selamat si sakit membacai air tersebut dengan ayat-ayat Alquran, kemudian meminumkannya kepada si sakit.

Pengobatan dengan cara di atas diikuti pula dengan pengobatan yang lain. Yakni bagian yang luka misalnya kaki atau tangan diikat dengan kuat sehingga racun tidak merambat ke organ tubuh yang lain. Jika perlu, daging di sekitar luka diiris untuk mencegah racun menjalar ke bagian lain.

d. Penyakit Rabies atau Digigit Anjing Gila

Penyebab penyakit ini adalah gigitan anjing yang terkena penyakit rabies pada penderita. Penyakit ini merupakan penyakit berbahaya bagi si penderita. Gejala penyakit ini, yaitu rasa sakit yang luar biasa, tubuh penderita menjadi sangat panas, disertai pusing kepala.

Ramuan tradisional untuk penyakit ini terdiri dari bawang putih, bawang merah, belinju, dan temulawak. Cara membuat ramuan ini adalah sebagai berikut: bawang merah, bawang putih, dan temulawak sebesar ibu jari dikupas, kemudian dicuci. Setelah itu dimasukkan ke dalam lesung dan ditumbuk hingga lumat. Kemudian ditaruh dalam mangkuk dan dicampur dengan spiritus secukupnya.

Cara pengobatannya: ramuan yang telah menjadi salep tersebut ditempelkan pada luka secara merata. Pengobatan dengan ramuan tersebut tetap dibantu dengan mantra-mantra penawar racun. Mantra itu dibacakan ke segelas air oleh seorang dukun kemudian diminumkan pada si sakit. Pengobatan dengan ramuan dilakukan 2-3 kali sehari hingga sembuh.

e. Bisul

Gejala penyakit bisul adalah daging bengkak membiru dan terasa sakit dan panas. Penyebab penyakit ini adalah darah kotor. Penyakit ini dapat diobati dengan ramuan obat dari daun sirih dan daun kamboja. Cara membuat ramuan untuk mengobati bisul yaitu sehelai daun sirih atau sehelai daun kamboja dilunakkan dengan memanaskan kedua daun ini di atas api. Setelah lemas kemudian mencelupkan keduanya ke dalam minyak kelapa yang sudah dipanaskan. Setelah itu kedua daun tersebut ditempelkan ke bisul. Perlu diperhatikan, kalau bisul itu dibedah paksa sebelum waktunya, kemungkinan akan terjadi infeksi, sehingga sebaiknya penderita membiarkan bisul itu hingga pecah sendiri.

f. Disengat Serangga

Gejala yang muncul pada penyakit ini adalah bintik-bintik warna merah dan sakit, kadang disertai bengkak. Penyakit ini disebabkan oleh sengatan serangga dan binatang sebangsanya. Obat tradisional untuk penyakit ini adalah hati batang pisang atau bagian tengah batang pohon pisang. Cara mengolah ramuan obat ini, yaitu batang pisang dibedah kemudian diambil bagian dalamnya (empulur). Bagian tersebut kemudian diparut kemudian diperas. Air perasan hati pisang diminumkan ke penderita, sedangkan ampasnya digunakan untuk mengompres bagian yang sakit. Pengobatan seperti ini dilakukan 2-3 kali sehari. Penderita sebaiknya tidak menggaruk bintik-bintik yang sakit untuk mencegah infeksi atau bengkak.

g. Disengat Kalajengking

Sengatan kalajengking menyebabkan penderita merasakan sakit yang sangat hebat. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara tradisional. Pengobatan untuk penyakit ini adalah ramuan obat dari sahang campur dengan minyak kelapa kemudian ditumbuk hingga halus. Cara ramuan tersebut, yaitu sahang sebanyak 7-12 biji dicuci kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah halus, ramuan tersebut ditaruh di piring kemudian dicampur dengan minyak kelapa dan diaduk hingga bercampur. Pengobatan ini dibantu dengan pengobatan dengan mantra-mantra yang ditiupkan ke air masak kemudian diminumkan ke penderita.

h. Disengat Kelabang

Ini merupakan jenis penyakit yang tidak menular. Biasanya bagian yang disengat akan membengkak dan berwarna biru. Pengobatan untuk penyakit ini sama dengan pengobatan pada sakit karena tersengat kalajengking.

i. Tertusuk Duri

Ini adalah penyakit biasa dan tidak menular. Gejala penyakit ini adalah rasa nyeri, bengkak, serta tubuh penderita menjadi panas. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan ramuan obat menggunakan bawang merah. Cara membuat ramuan ini adalah setelah dikupas kulit luarnya, bawang merah dilubangi dengan ujung pisau. Kemudian dimasukkan minyak kelapa ke rongga bawang merah tersebut. Setelah itu, bawang merah dibakar hingga hangus dan kemudian menempelkan bawang merah yang masih panas ke bagian yang luka atau muara cucukan duri. Duri yang tertinggal di dalam daging tersebut nanti akan keluar dengan sendirinya. Setelah duri keluar, sebaiknya darah dari luka tersebut dibersihkan dengan air panas untuk menghindari infeksi.

j. Digigit Ular

Gejala yang muncul pada penyakit ini adalah penderita merasakan perih yang luar biasa. Sekujur badannya menjadi panas dan berkeringat akibat racun yang menyusup ke mengalir ke seluruh tubuh. Ini termasuk penyakit biasa, namun penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Pengobatan dilakukan melalui 2 cara, yaitu pengobatan dengan menggunakan mantra dan pengobatan biasa. Ramuan tradisional untuk mengobati penyakit ini adalah bawang merah, bawang putih, belinju, dan temulawak. Keempat jenis bahan tersebut ditumbuk hingga halus, kemudian dicampur dengan spiritus. Setelah itu, ramuan tersebut ditaburkan ke luka.

k. Pendarahan Akibat Luka

Ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh luka karena benda tajam. Penyakit ini bukan termasuk penyakit yang berbahaya. Gejala penyakit ini adalah keluarnya darah dari bagian luka. Ramuan obat yang digunakan yaitu daun singkong muda dan daun ilalang muda. Cara mengolah ramuan ini, ambil daun singkong dan daun ilalang yang masih muda secukupnya. Kemudian kedua bahan tersebut ditumbuk hingga halus. Ramuan tersebut kemudian ditempelkan ke bagian yang sakit.

l. Kudis

Penyakit kudis merupakan penyakit yang tidak terlalu berbahaya, namun dapat diderita tahunan. Kudis adalah salah satu penyakit menuluar. Penyebab penyakit ini adalah kuman dan biasanya menyerang kaki, pinggang, tangan, dan bagian tubuh yang lain. Untuk mengobati penyakit ini adalah ramuan yang terdiri dari belerang dan minyak kelapa. Bahan belerang dapat diperoleh di apotek. Cara mengolah bahan ini menjadi ramuan obat, yaitu segumpal belerang dihancurkan dan dicampur dengan 2 sendok makan minyak kelapa. Campuran kedua bahan itu dipanggang di atas api sampai panas, kemudian ditaruh di atas mangkuk. Setelah itu, ramuan dioles-oleskan ke bagian yang sakit. Sebaiknya penderita menjaga agar jangan sampai penyakit tersebut terkena kotoran atau dihinggapi lalat. Pengobatan dilakukan secara rutin 2 hingga 3 kali sehari.

m. Kutil

Tanda penyakit ini adalah bintik-bintik pada kulit, biasanya sebesar merica. Penyebab penyakit ini menurut masyarakat umum adalah akibat terkena darah ayam pada waktu menyembelih ayam. Penyakit ini dapat sembuh dengan menggunakan getah pepaya. Cara pengobatannya ambil sebuah pepaya muda kemudian dipotong dekat di tangkainya. Setelah itu getah pepaya akan keluar, dan getah inilah yang digunakan untuk mengobati kutil dengan cara mengoleskan getah pepaya tersebut ke kutil. Pengobatan dilakukan setiap hari dan diulang 3 kali sehari.

o. Jerawat

Gejala penyakit ini adalah timbul bintik-bintik pada wajah. Penyakit ini disebabkan oleh darah kotor atau karena kuman yang terdapat di kulit muka. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan ramuan teh (camellia theifera dyer). Cara membuat ramuan ini adalah masukkan segenggam teh ke dalam segelas air masak yang masih panas. Selanjutnya adalah mengarahkan wajah ke atas air teh panas yang sedang menguap tersebut. Ramuan teh tersebut dapat digunakan selama tiga hari dengan penggunaan sebanyak 3 kali sehari. Setiap akan melakukan pengobatan, ramuan teh tersebut dipanaskan hingga mendidih dan keluar uap. Jika air teh itu mulai menyusut dapat ditambah lagi dengan yang baru.

3. Penutup

Pengobatan tradisional merupakan cara masyarakat adat menyembuhkan penyakit. Cara pengobatan seperti itu memang sudah jarang dilakukan, apalagi dengan semakin berkembangnya sarana dan prasarana kesehatan. Namun, di sebagian masyarakat, terutama mereka yang hidup di pedalaman dan jauh dari fasilitas kesehatan, cara pengobatan tradisional ini masih sering dilakukan.

(Mujibur Rohman/bdy/26/04-2011)

Sumber foto: http://obattradisionalherbal.com

Referensi:

Hasjim Ahmad, 1990. Pengobatan Tradisional pada Masyarakat Pedesaan Daerah Kalimantan Timur. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya.

Dibaca : 13.649 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password