Senin, 24 April 2017   |   Tsulasa', 27 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 5.135
Hari ini : 33.334
Kemarin : 52.079
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.195.820
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pengobatan Tradisional Penyakit Dalam, Kalimantan Timur

Masyarakat Melayu yang bermukim di wilayah Kalimantan Timur mempunyai metode tradisional untuk mengobati penyakit. Pengobatan tradisional tersebut menggunakan bahan dan cara-cara yang tidak terlalu rumit. Pengobatan tradisional merupakan salah satu bentuk kearifan lokal dalam khazanah kebudayaan Melayu

1. Pendahuluan

Pengobatan tradisional merupakan salah cara masyarakat untuk mengobati penyakit. Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan mempengaruhi tingkat kerentanan mereka terhadap penyakit. Penyakit yang ringan biasanya diobati oleh keluarga sendiri. Hampir setiap keluarga mempunyai pengetahuan mengenai pengobatan tradisional, misalnya untuk mengobati penyakit batuk, demam, maupun penyakit yang lain.

Pengetahuan masyarakat mengenai pengobatan tradisional didukung oleh kondisi alam di mana ketersediaan tanaman obat menjadi sumber bagi pengetahuan mereka. Selain ketersediaan bahan pembuat ramuan obat, pengobatan tradisional masyarakat yang hingga saat ini masih digunakan disebabkan oleh faktor lain. Misalnya, wilayah tempat tinggal penduduk yang jauh dari jangkauan tenaga kesehatan pemerintah atau tenaga kesehatan modern. Pengobatan tradisional di Kalimantan Timur, khususnya untuk pengobatan penyakit dalam, ditangani secara berbeda-beda. Ada yang murni ramuan tanpa bantuan dukun ada pula penyakit yang harus dengan bantuan dukun.

2. Pengobatan Penyakit Dalam Melayu Kalimantan

Berikut adalah pengobatan tradisional  untuk mengobati beberapa macam penyakit oleh masyarakat Kalimantan Timur.

a. Rematik

Rematik bisa juga disebut penyakit encok, dengan tanda-tanda sendi tulang terasa ngilu. Penyakit ini merupakan penyakit yang tidak menular. Penyakit rematik dapat diobati dengan ramuan obat yang berupa poder atau salep yang ditempelkan pada bagian yang sakit. Bahan untuk membuat ramuan obat ini adalah kecubung dan kapur sirih. Cara membuat ramuan ini, kecubung sebanyak 7 buah ditumbuk dan dicampur dengan kapur sirih. Setelah kedua bahan tersebut tercampur dan menjadi poder kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit sebanyak 3 kali sehari.

b. Sakit Kuning

Penyakit ini dapat disembuhkan dengan menggunakan ramuan akar kenang, akar terung pipit, akar kunyit, dan akar serai wangi. Gejala penyakit ini adalah tubuh berwarna kuning dan lemah seperti tidak bertenaga. Cara membuat ramuan ini adalah sebagai berikut: akar kenanga, akar terung pipit dan akar kunyit direbus dalam panci aluminium. Air rebusan ramuan ini diminum. Kemudian serai wangi direbus hingga mendidih, air untuk mandi. Takaran masing-masing secukupnya dengan perbandingan yang sama. Pengobatan dilakukan secara rutin 2 hingga 3 kali sehari. Ramuan obat tersebut harus dihangatkan sebelum digunakan untuk mandi maupun diminum. Sisa obat disimpan di tempat tertutup.

c. Malaria

Tanda-tanda penyakit ini adalah suhu badan tinggi dan menggigil yang disebabkan oleh gigitan nyamuk malaria. Penyakit ini dapat sembuh dengan ramuan yang terdiri dari berbagai macam jenis tumbuhan. Bahan untuk membuat ramuan obat penyakit ini adalah pucuk pohon pepaya sebanyak 7 buah, 10 cm brotowali, dan pasak bumi sepanjang 10 cm. Ketiga bahan tersebut direbus hingga mendidih. Kemudian si penderita meminum air rebusan itu sebanyak setengah gelas untuk sekali minum. Pengobatan dilakukan 3 kali sehari. Pucuk pepaya hanya dipakai sekali, sedangkan brotowali dan pasak bumi dapat dipakai sampai 7 kali. Bila airnya kurang ditambah air baru dan direbus lagi. Bila rasa pahitnya sudah hampir tidak terasa baru diganti dengan brotowali dan pasak bumi yang baru.

d. Patah Tulang

Patah tulang merupakan penyakit yang tidak menular dan dapat disembuhkan. Namun, patah tulang bagi orang yang sudah lanjut usia akan sulit disembuhkan. Bahkan, tak jarang ia akan mengalami cacat seumur hidup. Penyebab penyakit ini bermacam-macam. Misalnya, akibat benturan keras, jatuh, dan lain-lain. Penyakit ini dapat sembuh dengan ramuan yang diolah menjadi obat. Bahan untuk membuat ramuan ini adalah 7 batang serai dipotong daun dan akarnya. Setelah itu dibersihkan dan ditumbuk dalam lesung atau batu hingga lunak. Kemudian dibalutkan pada bagian tulang yang patah dan dilapisi dengan kain pembalut di bagian luarnya. Ramuan obat itu dibuat oleh seorang dukun yang melengkapinya dengan mantra-mantra. Ramuan obat dibuat setiap hari menjelang pengobatan dan hanya untuk sekali pemakaian.

e. Bengkak Leher

Tanda penyakit ini adalah bagian leher terasa panas. Penyakit bengkak leher dapat mengakibatkan demam. Diperkirakan penyebab penyakit ini adalah peradangan pada urat leher. Ramuan obat penyakit ini adalah belau yang biasa digunakan untuk mengawetkan pakaian. Cara pengobatannya yaitu satu hingga tiga butir belau dilunakkan dan ditaruh dalam piring kecil. Ramuan obat tersebut berbentuk poder cair. Pengobatannya dilakukan dengan cara mengoleskan ramuan cair tersebut ke bagian leher yang sakit.  

f. Panas Dalam

Gejala penyakit ini adalah sekujur tubuh terasa panas, bibir pecah-pecah, dan selalu merasa haus. Penyebab penyakit ini antara lain akibat terganggu angin buruk atau salah urat. Obat untuk penyakit ini adalah kelapa hijau. Cara pengobatannya yaitu, sebiji kelapa hijau yang muda diambil airnya kemudian dimasukkan ke dalam teko. Sesudah itu diaduk dengan 3 butir telur ayam kampung. Ramuan obat ini diminum dua kali sehari pada waktu matahari sedang bersinar atau sedang panas. Penderita dianjurkan selalu makan makanan yang pahit seperti pepaya, akar sampai, dan lain-lain.  

g. Muntah-muntah

Gejala penyakit ini adalah muntah-muntah, perut sakit, atau mual. Penyebabnya ada yang karena mabuk laut atau karena penyakit lain, misalnya maag atau malaria. Bisa juga disebabkan karena keracunan. Pengobatan dilakukan dengan ramuan yang dibuat dari ubi jalar dan bawang putih. Cara membuat ramuan ini adalah ubi jalar dicuci bersih kemudian dimakan mentah. Tiga biji bawang putih dibakar lalu dimakan. Ramuan tersebut dibuat untuk sekali pengobatan serta proses pembuatannya disertai dengan mantra-mantra.

h. Mabuk Alkohol

Mabuk ini disebabkan oleh pengaruh alkohol. Tanda penyakit ini adalah tubuh lemas, terganggu keseimbangan psikisnya, kata-kata tidak terkontrol, kepala terasa pusing, dan lain sebagainya. Pengobatan penyakit ini menggunakan ramuan obat dari 3 biji jeruk nipis yang diperas. Sapu tangan direndam dalam air jeruk dan dikompreskan di kepala si sakit.

i. Mabuk Laut

Gejala penyakit ini yaitu perut mules, kepala sakit, dan muntah. Penderita dapat melakukan pengobatan sendiri dengan cara makan bawang putih dan mengisap air jeruk nipis. Cara pengobatannya, ambil bawang putih secukupnya, kupas, kemudian kunyah atau dimakan begitu saja. Jeruk nipis dibuat berlubang, kemudian mengisap air jeruk nipis tersebut sambil menghirup aromanya.

j. Sakit Mata

Sakit mata merupakan penyakit yang terkadang dapat menyebabkan kebutaan dan dapat menular. Tanda-tanda penyakit ini yaitu mata terasa perih, berwarna merah, dan mengeluarkan air. Penyebabnya karena debu dan panas. Penyembuhan penyakit ini dengan pengobatan yang terbuat dari ramuan tumbuhan, yakni delima dan sirih.  Cara membuat ramuan untuk mengobati sakit mata yaitu, 3 biji buah delima dicuci bersih kemudian ditumbuk di lesung batu. Setelah itu dicampur dengan gula putih lalu dimasak. Delima yang dimasak akan berbentuk obat bubuk cair. Ramuan ini untuk diminum sebanyak 3 kali sehari. Daun sirih ditumbuk dan air daun sirih itulah yang digunakan sebagai obat.

k. Sesak Napas

Gejala penyakit ini adalah sulit bernapas. Penyakit ini disebabkan oleh pernapasan terganggu. Sesak napas dapat disembuhkan dengan ramuan asam jawa, lombok, merica, gula putih, empedu onta, dan burung jalak. Cara mengolah ramuan tersebut adalah asam, lombok, merica, dan gula masing-masing sejumput ditumbuk menjadi satu. Burung jalak disiangi dibuang isi perutnya kemudian dibakar sambil diolesi ramuan di atas. Burung jalak kemudian dipotong-potong menjadi kecil-kecil. Potongan daging itu dimakan tiga kali sehari masing-masing seiris. Empedu unta digoreng dan dimakan setiap hari sebesar 1 cm.

l. Wasir

Penyakit ini dalam bahasa Kutai disebut tombong. Gejala penyakit wasir yaitu setiap buang air besar ada daging yang menyembul keluar dari dubur. Kadang-kadang disertai keluarnya darah. Penyebab penyakit ini menurut pengetahuan masyarakat setempat dikarenakan terlalu banyak makan daging. Pengobatan wasir dilakukan dengan ramuan obat yang terdiri dari daun jambu muda dan biji pisang menggala. Cara membuat ramuan ini adalah 7 lebih daun jambu klutuk muda dan 3 buah pisang menggala muda ditumbuk menjadi satu hingga halus. Kemudian diperas, airnya ditampung ke dalam gelas kemudian diminum.

k. Susah Tidur

Penyakit susah tidur merupakan gejala umum di masyarakat. Ini adalah penyakit yang tidak berbahaya dan tidak menular. Tanda penyakit ini adalah, mata terasa mengantuk namun sukar untuk tidur serta merasa gelisah. Sebab penyakit ini mungkin karena kurang darah atau banyak pikiran. Obat untuk penyakit ini adalah ramuan buah pala. Cara membuat ramuan obatnya, yaitu 7 buah pala dikupas, kemudian diparut hingga menjadi halus. Setelah halus dibasahi dengan air sedikit. Ramuan ini ditempelkan pada pelipis pada malam hari menjelang tidur.

l. Gusi Bengkak

Gejala penyakit ini adalah terjadi pembengkakan pada gusi, terasa sakit dan sukar mengunyah. Penyebabnya adalah sakit gigi. Gusi bengkak dapat disembuhkan dengan cara pengobatan menggunakan ramuan dari daun sirih. Obat gusi bengkak yang lain adalah garam yang digunakan dengan cara berkumur. Cara membuat ramuan tersebut yaitu 3 lembar daun sirih yang masih segar, setelah dicuci kemudian dihaluskan. Setelah itu diusapkan ke pipi di bagian gusi yang sakit sebanyak 3 kali sehari. Sejumput garam dimasukkan ke segelas air matang yang hangat suam-suam kuku. Cara pengobatannya adalah dengan berkumur menggunakan air garam tersebut.

3. Penutup

Pengobatan tradisional masyarakat Melayu di Kalimantan Timur merupakan alternatif dari pengobatan modern yang berkembang saat ini. Keunggulan pengobatan tradisional ini adalah dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar karena menggunakan bahan yang alamiah.

(Mujibur Rohman/bdy/29/07-2011)

Sumber foto: sehatnews.com

Referensi:

Hasjim Ahmad, 1990. Pengobatan Tradisional pada Masyarakat Pedesaan Daerah Kalimantan Timur. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya.

Dibaca : 9.297 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password