Senin, 21 April 2014   |   Tsulasa', 20 Jum. Akhir 1435 H
Pengunjung Online : 2.087
Hari ini : 15.684
Kemarin : 16.609
Minggu kemarin : 148.067
Bulan kemarin : 2.006.207
Anda pengunjung ke 96.616.439
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pengobatan Tradisional Penyakit Dalam Orang Melayu Banjar, Kalimantan Selatan (Bagian II)

Pengobatan tradisional orang Melayu Banjar untuk penyakit dalam pada umumnya menggunakan ramuan berbahan daun, biji, dan akar pohon yang mudah ditemukan di lingkungan dan hutan di Kalimantan Selatan. Selain itu, ada juga pengobatan tradisional dengan cara magis.

1. Pendahuluan

Suku Banjar terdiri dari tiga subetnis yang berbeda, yaitu Pahuluan, Batang Banyu, dan Kuala. Suku Banjar adalah suku terbesar di Kalimantan Selatan yang biasa disebut sebagai orang Banua (Tim Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, 2010;  23). Orang Banua mempunyai beragam pengetahuan, salah satunya tentang pengobatan tradisional, khususnya untuk penyakit dalam, yang masih dilestarikan hingga kini. Inilah bukti bahwa orang Banua memiliki kelekatan dengan tradisi leluhur (Yustan Azidin dkk., 1990; 45).

Pengobatan tradisional orang Banjar untuk penyakit dalam berupa ramuan-ramuan alam yang ada di sekitar tempat tinggal mereka, ditambah dengan pengobatan dengan cara magis oleh penamban (dukun). Pada bagian kedua ini akan dibicarakan pengobatan penyakit dalam, antara lain: maag, lumpuh, selesma, beri-beri, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga penyakit yang dipercaya disebabkan oleh gangguan makhluk halus, seperti isap duyu (Azidin dkk., 1990; 45).

Ramuan-ramuan untuk penyakit dalam terdiri dari akar-akaran, biji-bijian, dan daun-daunan ditambah dengan doa-doa yang telah diajarkan oleh leluhur Suku Banjar sejak masa silam. Kenyataan ini membuktikan kedekatan mereka terhadap alam. Pemberian alam dimanfaatkan sebagai obat dan menghasilkan pengetahuan tentang obat. Hal ini membuktikan kebesaran kebudayaan Melayu secara umum (Sam'ani, dkk., 2005; Alfani Daud, 1997). 

2. Penyakit dan Pengobatan Tradisional Banjar

Kategorisasi penyakit dalam dan pengobatannya menurut orang Banjar adalah sebagai berikut:

No Nama Penyakit Jenis atau Ragam Penyakit Pengobatan
22 Mencret berdarah (bahira darah) Disertai perut melilit dan kotoran campur lendir dan darah
  • Parut daun janar dan majakani, bentuk seperti kapsul, lalu minum tiga kali sehari.
  • Rendam pisang awa dan tukul raja ginalu beberapa lama, lalu airnya diminum.
  • Bakar pisang manurun, lalu makan.
23 Maag atau borok lambung (bibis) Disertai mual dan perih
  • Buatlah rujak dari buah mengkudu, beri garam secukupnya, lalu makan.
  • Tumbuk bawang putih dan asam Jawa hingga halus, lalu telan.
  • Giling bawang putih dan nasi sampai halus, bungkus dengan daun, panggang di atas api, lalu makan atau ditelan seperti pil.
  • Bersihkan dan rendam akar pisang tidung beberapa lama, lalu minum air rendaman tersebut.
  • Bersihkan dan rendam akar pohon mengkudu bersama kembangnya, lalu minum air rendamannya.
  • Giling ramuan jariangan dan bawang putih, bentuk seperti tablet, lalu telan.  
24 Sakit pinggang Disertai kejang pada otot pinggang
  • Rebus daun kumis kucing, hambin-hambin buah, dan ilalang, lalu minum airnya.
  • Bersihkan dan rendam akar mali-mali berduri beberapa lama, lalu minum airnya.
  • Tumbuk daun ribu-ribu dan kapur sirih hingga halus, buat seperti pil, lalu telan.
  • Rebus daun kelor, lalu minum airnya.
  • Bersihkan dan rendam akar pohon belimbing beberapa lama, lalu minum airnya. 
25 Lumpuh (lamah/balawa) Lumpuh
  • Kerik buah pala, giling cabe 24 biji, kembang cengkeh 41 biji, kencur sepanjang jari telunjuk, dan tipakan hingga halus, campur seluruhnya dan bentuk seperti pil, lalu ditelan.
  • Bersihkan dan rendam akar bilaran, lalu minum airnya.
  • Bersihkan dan rendam akar sambung-sambung beberapa lama, lalu minum airnya.
  • Campur ragi tape dan wiski, lalu balurkan pada seluruh tubuh.
  • Ambil air yang ada dalam rumah keong, lalu basuhkan pada leher dan mulut. 
26 Kencing kurang lancar (sakit bakamih) Kencing kurang lancar
  • Haluskan bungkah jariangau, bakar buah daun janar namun tidak sampai hangus, bungkus kedua bahan tersebut dengan kain bersih, rendam dalam air, lalu minum air rendamannya.
  • Penderita diminta untuk mengencingi tungku dapur yang sudah padam apinya.
  • Bakar satu buah kelapa, biarkan selama sehari, lalu minum air kelapa tersebut.
27 Darah tinggi Disertai sakit kepala, lelah dan lesu
  • Bakar bawang putih namun jangan sampai hangus, buat seperti tablet, minum setiap hari selama seminggu.
  • Rebus daun sambung-sambung sampai mendidih, lalu minum air rebusan tersebut sekali sehari selama seminggu seukuran seperempat gelas.
  • Rebus daun bluntas, beri garam sedikit, lalu minum airnya.
  • Bersihkan dan rebus lima batang akar ilalang, lalu minum airnya.
  • Peras buah mengkudu yang masak, saring dengan kain bersih, lalu minum dengan air matang. 
28 Kencing manis Disertai sering buang air kecil
  • Tumbuk kayu gaharu hingga halus, goreng, buat seperti jamu, lalu minum setiap hari.
  • Rebus daun penawar sampai air mendidih, lalu minum airnya.
29 Diare (bahiraan) Diare biasa
  • Makan sawo mentah.
  • Keringkan biji pepaya, tumbuk hingga halus, masukkan dalam air panas, lalu minum selagi hangat.
  • Bersihkan dan rendam akar tumbuhan paku dan patintin beberapa lama, lalu minum airnya.
30 Kencing batu (batumarin) Sakit saat kencing
  • Campur air kelapa muda dan telur ayam di dalam tempurungnya, kocok keduanya, lalu minum.
31 Sakit jantung (dada maringap atau mencucuk) Dada terasa sakit
  • Bersihkan dan rendam akar mengkudu beserta kembangnya beberapa jam, lalu minum air rendaman tersebut.
  • Giling daun jalucap dan kapur sirih, lalu balurkan pada dada yang sakit.
  • Campur sabun sunlight dengan sedikit air, lalu gosokkan pada dada yang sakit.
32 Selesma (baingusan atau salesmaan) Diserta demam
  • Iris-iris jeruk nipis, beri sedikit kapur sirih dan minyak kayu putih, panggang beberapa lama, peras jeruk nipis, lalu minum.
  • Bersihkan gambir, beri sedikit air, aduk keduanya sampai rata, lalu balurkan pada hidung dan kening.
  • Potong daun janar, oleskan kapur sirih pada bagian yang dipotong lalu gosokkan pada batang hidung.
  • Tumbuk daun kustila muda, peras hingga keluar airnya, saring dan beri sedikit gula putih, lalu minum dua kali sehari siang dan malam.  
33 Ambeien (bahumbal) Ambeien biasa
  • Giling gambir, beri sedikit air agar kental, lalu masukkan ke lubang dubur.
  • Rebus daun kasisap dalam panci yang ada lubang di bagian atasnya, letakkan di bawah kursi, lalu pasien duduk di kursi tersebut agar uapnya mengarah ke dubur.
34 Biri-biri (bantat) Biri-biri biasa
  • Giling daun lambai-lambai dan kapur sirih hingga halus, lalu balurkan pada kaki. Atau campur garam dapur dengan air, lalu balurkan ke seluruh tubuh.
  • Rendam akar tumbuhan kalangkala, lalu minum airnya tiga kali sehari. 
35 Lemah syahwat (lintuk) Lemah syahwat
  • Rebus daun hahambin buah dan kumis kucing, lalu minum airnya tiga kali sehari.
  • Rendam akar paikat selama sehari semalam, lalu minum airnya tiga kali sehari.
  • Giling tujuh biji sahang hingga halus, parut sebiji jeruk purut, campur keduanya, lalu minum tiga kali sehari.
  • Tumbuk tiga batang lengkuas, peras airnya, lalu minum airnya dan gosokkan ampasnya pada kelamin.
36 Keluar peranakan (tumbung) Keluar alat peranakan di vagina
  • Giling akar ilalang, pupulut, sahang, dan bawang putih hingga halus, bentuk seperti pil, lalu minum tiga kali sehari.
37 Kalalah (penyakit pasca melahirkan) Disertai panas dingin
  • Rendam akar gelagah, akar patintin, dan akar karatau dengan air masak beberapa lama, lalu minum airnya tiga kali sehari. Panggang kulit durian, setelah agak panas, angkat lalu injak-injak.
  • Ingat makanan yang menyebabkan kalalah, campur sisa makanan tersebut dengan air, lalu sapukan ke kepala dan seluruh tubuh.
38 Cacingan (bacacingan/bakarami) Perut anak-anak buncit dan cepat lapar
  • Kunyah buah kayu sumpit hingga lumat, lalu telan.
  • Giling kulit buah manggis hingga halus, bentuklah bulat-bulat, lalu minum sebiji sehari.
  • Makan buah mengkudu yang sudah masak.
  • Telan beberapa biji kastela.
39 Sembelit (kabungkarasan/bahira karas) Sulit atau jarang buang air besar
  • Rendam atau rebus akar tumbuhan kumandarih beberapa potong, lalu minum airnya setiap hari. 
40 Perut kembung (perut gambung/gubung-gubung) Disertai tidak kentut
  • Panaskan biji kedawung, setelah keluar isinya, tumbuk hingga halus, buat tablet lalu minum tiga kali sehari.
41 Kejang (kena karungkup) Disertai mata melotot
  • Penyakit ini dianggap sebagai gangguan makhluk halus, karena itu bakar rumput balawa, bulu karuk, dan sarang laba-laba, lalu arahkan asapnya ke kepala penderita. Sebelumnya tutup kepala penderita dengan tangguk (alat penangkap ikan). Sebelum diobati, pada mulut penderita diselipkan wancuh (sendok nasi) agar ia tidak menggigit lidahnya.
42 Isap duyu (dihisap darahnya oleh makhluk halus) Badan semakin kurus
  • Penderita dipakaikan gelang duyu (hantu) milik dukun.
  • Orangtua penderita diminta mandi sembari mendudukkan penderita di lututnya.

 

3. Nilai-nilai

Pengetahuan orang Banjar tentang beragam pengobatan tradisional terhadap penyakit dalam mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan, antara lain:

  1. Melestarikan tradisi. Nilai ini tercermin dari kepercayaan orang Banjar terhadap pengetahuan ini, apalagi klasifikasi penyakit dan ramuan ini hingga sekarang masih dipraktekkan oleh masyarakat Banjar.
  2. Penghargaan terhadap alam. Nilai ini tercermin dari bahan-bahan ramuan yang diambil dari alam, yakni hasil kebun atau hutan.
  3. Nilai ekonomis. Nilai ini tercermin dari asal ramuan yang semuanya tidak perlu dibeli. Dengan demikian, sehat dalam pengetahuan orang Banjar tidak harus membeli obat yang mahal, namun dapat disembuhkan dengan obat yang sederhana.

4. Penutup

Pengobatan tradisional Melayu Banjar menjadi bukti bahwa kebudayaan Melayu memiliki kekayaan dalam hal pengetahuan pengobatan tradisional. Kekayaan tersebut kini telah dikembangkan menjadi pengobatan modern berbasis ramuan tradisional.

(Yusuf Efendi/Bdy/100/11-2011)

Referensi

Alfani Daud, 1997. Islam dan Masyarakat Banjar; Deskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. Jakarta: Rajawali Press.

Sam'ani dkk., 2005. Urang Banjar dan Kebudayaannya. Kalimantan Selatan: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, 2010. Menahapi Kebudayaan Banjar, “Gasan Sasangga Banua”, dalam Kongres Kebudayaan Banjar II, Tanggal 4-7 April 2010. Kalimantan Selatan: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Yustan Azidin dkk., 1990. Pengobatan Tradisional Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai-nilai Tradisional.

Dibaca : 10.334 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password