Kamis, 17 Agustus 2017   |   Jum'ah, 24 Dzulqaidah 1438 H
Pengunjung Online : 3.079
Hari ini : 20.287
Kemarin : 34.114
Minggu kemarin : 225.915
Bulan kemarin : 10.532.438
Anda pengunjung ke 103.005.691
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Dialek Melayu dan Isolek Kerabat

Bahasa Melayu sudah lama menyebar ke berbagai penjuru, terutama di Nusantara. Bahasa Melayu juga pernah dan ‘masih’ menjadi lingua franca antar penutur yang berasal dari berbagai macam bahasa. Ketersebaran dan peran penting bahasa Melayu ini menjadikan bahasa Melayu terdiri dari beragam dialek dan juga isolek.

Para ahli bahasa membagi dialek Melayu menjadi dialek lokal dan dialek Melayu kreol. Penamaan lokal selain terkait dengan lokasi pemakaiannya dan kekhasan dialek (di tempat tersebut), juga terkait secara linguistik dengan bahasa Melayu Standar atau Melayu Baku. Sedangkan Melayu kreol adalah dialek Melayu yang berasal dari dialek Melayu pasar atau pijin, akan tetapi dialek itu telah menjadi bahasa ibu bagi penuturnya.

Di samping itu, ada pula isolek Melayu. Ahli bahasa menyimpulkan bahwa isolek tersebut memiliki tingkat kekerabatan yang cukup erat dengan bahasa Melayu, namun kedekatan itu belum membuat mereka menyebut isolek itu sebagai sebuah dialek dari bahasa Melayu atau malah sebuah bahasa yang sudah berbeda (baca; berselisih pendapat). Isolek adalah istilah yang netral namun menunjukkan kekerabatan. (SR/bhs/05/07-07)

  1. Dialek Melayu. (2)
  2. Isolek Kerabat. (2)
Ingin menyumbang tulisan seputar Dialek Melayu dan Isolek Kerabat ?
Dibaca : 19.603 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password