Jumat, 26 Mei 2017   |   Sabtu, 29 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 5.824
Hari ini : 30.873
Kemarin : 127.290
Minggu kemarin : 688.898
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.468.237
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Canang

a:3:{s:3:

Canang adalah alat musik idiofon dari perunggu yang terdapat di Jambi. Canang terdiri atas 4 - 5 alat berbentuk bonang dengan garis tengah antara 30 dan 40 cm. Alat ini diletakkan berjejer di atas kerangka kayu atau rentangan rotan. Sebagai pemukul, digunakan sepotong kayu atau rotan. Sepasang canang dapat dimainkan oleh satu orang, adakalanya dimainkan oleh dua orang.

Istilah canang di kawasan berkebudayaan Melayu dikenal dengan penyebutan yang berbeda-beda dengan penggunaan yang berbeda pula. Orang Aceh, misalnya, menyebutnya dengan canang trieng dan orang Minang memakai canang dalam esambel talempong. Di daerah Bengkulu, canang ini berupa gong berukuran kecil. Canang tidak berfungsi dalam kesenian musik, melainkan untuk alat pemberitahu, misalnya untuk memberitahukan kerja bakti pembersihan halaman rumah. Sedangkan di lampung, terdapat istilah gelinting yang terdiri atas beberapa instrumen canang yang masing-masing mempunyai nada tertentu. Canang ini berbentuk bulat dengan garis tengah 15 - 30 cm dan tinggi 10 - 15 cm. Canang terdiri atas bagian badan dan buduk dari perunggu.

Canang merupakan salah satu alat musik yang mirip dengan gong. Hanya canang lebih kecil ukurannya jika dibandingkan dengan gong. Canang berfungsi sebagai alat ‘penanda masa‘ (time marker) dalam ensemble pukulan tradisional yang terdapat di Kelantan.

Dalam pertunjukan, seperti teater tradisional, canang disertakan berpasangan, yaitu Canang ‘ibu‘ dan ‘anak‘. Bila dalam  ensemble bagi pengiringan tarian istana seperti Tarian Asyik pada masa itu, canang digunakan sebanyak empat buah disamakan dengan mengikuti sistem diatonik yang mempunyai pitch suara yang tepat (definite pitch). biasanya dalam ensemble pukulan Tarian Asyik, canang yang bernada seperti C, D, E dan G mengikuti skala tangga nada Major, digunakan untuk memainkan mode rithme yang bersifat minimalism, dengan cara berulang-ulang. Kini terdapat dua jenis canang yang sering digunakan: canang dibuat dari ‘besi‘ dan ‘gangsa‘.

Sumber :

  1. Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid IV, (Jakarta, PT. Cipta Adi Pustaka: 1988).
  2. http://www.heritage.gov.my
Kredit foto : malaysiana.pnm.my
Dibaca : 17.502 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password