Upacara Turun Tanah (Malaysia)
Upacara turun tanah disebut juga dengan Adat Memijak Tanah. Upacara ini bertujuan untuk menunjukkan rasa bahagia karena anak sudah bisa berjalan. Pelaksanaannya dalam bentuk kenduri yang dihadiri oleh keluarga dan para tetangga. Dalam portal MelayuOnline.com ini, dipaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan Upacara Turun Tanah ini, yaitu:
1. Peralatan
Ada beberapa peralatan yang perlu disiapkan berkaitan dengan pelaksanaan upacara ini, antara lain yaitu sehelai tikar dan beberapa buah dulang yang berisi bermacam-macam barang, seperti gunting, cermin, jam tangan, sendal dan lain sebagainya.
2. Tata laksana
Prosesi upacara dilaksanakan dengan dua tahap; pertama, kenduri, dan kedua, upacara adat turun tanah. Kenduri dilaksanakan dengan mengundang para kerabat dan tetangga. Biasanya, dalam acara kenduri ini dihidangkan makanan ala kadarnya. Setelah itu, upacara adat turun tanahpun dimulai. Dalam upacara tersebut, tikar dibentangkan di depan tangga sebagai tempat berjalan bagi anak yang akan turun tanah. Di atas tikar diletakkan beberapa buah dulang yang berisi makanan seperti bubur, minuman seperti air dingin, benda-benda seperti cermin, sisir, jam tangan, gelang, cincin, rantai, bedak, kain, sendal, gunting dan uang. Sudah menjadi kebiasaan bahwa jumlah barang yang diletakkan tersebut harus ganjil.
Selain model di atas, pelaksanaan upacara ini dapat juga dilakukan secara sederhana, dengan cara memijakkan kaki anak tersebut ke piring-piring kecil yang berisi padi, beras, tanah dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh bidan. Selanjutnya kaki anak tersebut dipijakkan ke tanah, kemudian ditutup dengan doa.
3. Doa-mantera
(Dalam proses pengumpulan data)
4. Nilai budaya
Salah satu makna yang terkandung dalam upacara adat ini adalah untuk meramal masa depan anak berdasarkan barang yang diambilnya. Barang tersebut diletakkan di sekitar tempat yang akan ia lewati, seperti gunting, sendal, cermin dan lain sebagainya. Salah satu contoh, jika anak tersebut mengambil gunting, maka kelak diyakini dia akan gigih bekerja dan pintar membuat kerajinan tangan.
Sumber :
- http://www.ashtech.com.my/adat
- http:/www.malaysiana.pnm.my
- Syed Alwi bin Sheikh Al-Hadi, Adat Resam Melayu dan Adat Istiadat, Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajaran Persekutuan Tanah Melayu Kuala Lumpur, 1960
Kredit foto : malaysiana.pnm.my
Dibaca : 19.120 kali.
Berikan komentar anda :