Salah satu dari jenis pantun agama adalah pantun dakwah dimana berisikan syarak beserta sunah; berisikan amanah; juga berisikan jalan mengenal Allah dan berisikan ilmu untuk memahami akidah. Di dalam pantun agama juga tersirat jalan dunia menuju akhirat, menjauhkan orang dari maksiat, membersihkan hati yang berkarat, meluruskan akal yang tersesat, membaikkan orang yang salah niat, menghapuskan segala dengki dan hasad, mengikis segala perbuatan jahat. Semua ditujukan agar manusia selamat dunia akhirat, serta hidup dan mati beroleh rahmat.
Kegemaran masyarakat Melayu pada pantun tak perlu diragukan lagi. Sebagai tradisi yang sangat populer, para orang tua yang terdiri dari para ulama, pemangku adat dan cerdik pandai kemudian menggunakan pantun sebagai salah satu media untuk menyampaikan tunjuk ajar dan dakwah, dengan harapan ajaran agama tersebut lebih mudah diterima masyarakat.
Pantun agama ini disebut pula pantun dakwah, karena isinya mengandung ajaran dan pedoman bagi masyarakat. Kelebihan sebuah pantun, disamping memang sudah sangat mengakar dalam masyarakat Melayu, juga sangat fleksibel untuk digunakan. Jika ceramah atau khutbah hanya dapat dilakukan pada saat dan momen tertentu, maka pantun dapat digunakan kapan saja dalam kehidupan sehari-hari. Pantun dapat diselipkan dalam percakapan atau perbualan dalam nyanyian ataupun dalam senda gurau. Karena itu, pantun sering disebut juga sebagai pemanis cakap, pelemak kata, penyedap bual, rencah perbualan dan buah bicara.
Di kalangan para orang tua Melayu, ada ungkapan: kalau bercakap sesama tua, banyaklah pantun pelemak kata; adat orang duduk berbual, banyaklah pantun penyedap bual; kalau yang tua duduk bercakap, banyalah pantun pemanis cakap. Dengan fleksibelnya penggunaan pantun ini, maka ajaran agama yang diselipkan di dalamnya juga bisa disampaikan kapan saja, tanpa menunggu momen tertentu. Dengan itu, penyampaian ajaran moral agama tetap berlangsung kapan dan di mana saja, tanpa terikat oleh waktu tertentu.
Pantun agama disebut juga pantun dakwah karena:
Berisikan syarak beserta sunnah
Berisikan petuah dengan amanah
Berisikan jalan mengenal Allah
Berisikan ilmu memahami aqidah
Di situ disingkap benar dan salahnya
Di situ dicurai halal dan haramnya
Di situ dibentang manfaat mudaratnya
Di situ didedahkan baik buruknya
Di situ ilmu sama disimbah
Di situ tempat mencari tuah
Di situ tempat menegakkan marwah
Menyebarkan Islam dengan akidahnya
Supaya hidup ada kiblatnya
Apabila mati ada ibadatnya.
Demikianlah kandungan dan fungsi pantun gama dalam kehidupa sehari. Berikut ini beberapa contoh dari pantun agama tersebut:
| 001. | Kemumu di dalam semak Jatuh melayang selaranya Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya |
| | 002. | Asam kandis asam gelugur Ketiga asam riang-riang Menangis di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang |
| | 003. | Asam kandis asam gelugur Ketiga asam riang-riang Menangis di pintu kubur Teringat badan tidak sembahyang |
| | 004. | Ambil galah kupaskan jantung Orang Arab bergoreng kicap Kepada Allah tempat bergantung Kepada Nabi tempat mengucap |
| | 005. | Asam rumbia dibelah-belah Buah separuh di dalam raga Dunia ikut firman Allah Akhirat dapat masuk surga |
| | 006. | Belah buluh bersegi-segi Buat mari serampang ikan Kuasa Allah berbagi-bagi Lebih laut dan juga daratan |
| | 007. | Buah ini buah berangan Masak dibungkus sapu tangan Dunia ini pinjam-pinjaman Akhirat kelak kampung halaman |
| | 008. | Delima batu dipenggal-penggal Bawa galah ke tanah merah Lima waktu kalau ditinggal Ibu bapak pasti marah |
| | 009. | Banyaklah hari antara hari Tidak semulia hari Jumat Banyaklah nabi antara nabi Tidak semulia Nabi Muhammad |
| | 010. | Orang Bayang pergi mengaji Ke Cubadak jalan ke Panti Meninggalkan sembahyang jadi berani Seperti badan tak akan mati |
| 011.
| Pangkal dibelit di pohon jarak Jarak nan tumbuh tepi serambi Jangan dibuat yang dilarang syarak Itulah perbuatan yang dibenci Nabi |
| 012.
| Jarak nan tumbuh tepi serambi Pohon kerekot bunganya sama Itulah perbuatan yang dibenci Nabi Petuah diikut segala ulama |
| 013.
| Pohon kerekot bunganya sama Buahnya boleh dibuat colok Petuah diikut semua ulama Jangan dibawa berolok-olok |
| 014.
| Rusa banyak dalam rimba Kera pun banyak tengah berhimpun Dosa banyak dalam dunia Segeralah kita minta ampun |
| 015.
| Kera banyak tengah berhimpun Sandarkan galah pada pohon Segeralah kita meminta ampun Kepada Allah tempat bermohon |
| 016.
| Tuman dipegang jatuh ke laut Disambar yu jerung tenggiri Imanpun tetap sehingga maut Di situ baru tahukan diri |
| 017.
| Disambar yu jerung tenggiri Sutan Amat mandi bersimbur Di situlah baru tahukan diri Malaikat memalu dalam kubur |
| 018.
| Kait-kait di padang temu Terap ditimbun di ujung galah Baik-baik berpegang pada ilmu Harapkan ampun pada Allah |
| 019.
| Temu itu banyak warnanya Ada yang putih ada yang biru Ilmu itu banyak gunanya Tiada boleh orang menggaru |
| 020.
| Pecah cawan di atas peti Cawan minum Sutan Amat Tuhan Allah yang mahasuci Jangan dilupakan setiap saat |
Dibaca : 114.010 kali.
Berikan komentar anda :