| 001. | Lapun-melapun ke Inderagiri Singgah sebentar ke Betipuh Ampun hamba tegak berdiri Ujudnya duduk dengan bersimpuh | 068. | Diradang-radang memasap Tertangguk badar dan gulama Dibilang-bilang meratap Diurai si tambo lama |
| 002. | Tertangguk badar dan gulama Tiga gurundang di hulunya Diuraikan si tambo lama Tiga undang dahulunya | 069. | Pertama undang silama-lama Kedua undang sigemak-gemak Ketiga undang simumbang jatuh Itulah undang masa ketika |
| 003. | Dibelah-belah pertiga Siraut pembelah rotan Luhak dibaginya tiga Adat dibaginya delapan | 070. | Berek-berek turun ke semak Dari semak turun ke padi Dari nenek turun ke mamak Dari mamak turun ke kami |
| 004. | Jahit berjahit tepi kasur Suji-bersuji tepi bantal Kalau raib di dalam usul Tilik saja pada yang asal | 071. | Rama-rama si kumbang janti Hatib indah pulang berkuda Patah tumbuh hilang berganti Pusaka tinggal begitu juga |
| 005. | Dahulu rebab yang bertangkai Kini kopi yang berbunga Dahulu adat yang berpakai Kini rodi yang berguna | 072. | Sejak berduku, berkelapa Pandan tidak panjang lagi Sejak bersuku, berkepala Badan nan tidak senang lagi |
| 006. | Yang merah hanya saga Yang kurik hanya kundi Yang indah hanya bahasa Yang baik hanya budi | 073. | Kilang tebu kilang tanak Kilang sama diapikan Dari nenek turun ke mamak Pusaka jadi digantikan |
| 007. | Sengkono mudik ke hulu Di mana tohor situ sekatkan Pusaka nenek mamak yang terdahulu Ada berbuhul berikatan | 074. | Orang Padang mencuci benang Dilipat maka dipertiga Kalau direntang hanya panjang Elok singkatkan sekedar berguna |
| 008. | Pucuk ketaya akar cambai Pucuk lempata orang patahkan Bukannya saya cerdik pandai Sunat pidato disembahkan | 075. | Bunga melati bunga di darat Bunga seroja di tepi kali Hina besi karena karat Hina manusia tidak berbudi |
| 009. | Tingkap papan kayu persegi Riga-riga di pulau Angsa Indah tampan karena budi Tinggi bangsa karena bahasa | 076. | Limau purut dan limau manis Tumbuh sebatang di tepi rawa Kalau menjemput dengan manis Orang pun datang dengan tertawa |
| 010. | Yang merumput yang kan memagar Yang tertanam yang menumbangkan Yang menjemput yang kan mengantar Yang meminjam yang memulangkan | 077. | Kalau merumput dahan dikerat Batang dipetik dengan seraga Kalau menjemput dengan adat Pulangkan balik dengan lembaga |
| 011. | Pabila meraut selodang buluh Siapkan lidi buang miangnya. Bila menjemput orang nan jauh Siapkan nasi dengan hidangnya | 078. | Putus gading karena kerat Belum jatuh sudahlah retak Putus runding karena mufakat Hukum jatuh benar terletak |
| 012. | Kalau ranting sudah bertangkai Janganlah dililit-lilit juga Kalau berunding sudah selesai Jangan diungkit-ungkit juga | 079. | Jangan patahkan atap mengkuang Atap patah kumbangpun lalu Jangan patahkan cakap orang Cakap patah orangnya malu |
| 013. | Kalau puting sudah bertangkai Retak tangkai disampul balik Kalau berunding sesama pandai Gelak berderai timbal balik | 080. | Kalau banyak bertanam puding Di mana busut di sana seminai Kalau bijak dalam berunding Di mana kusut di sana selesai |
| 014. | Sebelum menggali buah bengkuang Galilah dahulu buah ketari Sebelum mencari kesalahan orang Carilah dahulu kesalahan sendiri | 081. | Jangan suka membuka dada Dada terbuka lapuk bajunya Jangan suka mengada-ada Mengada-ada buruk lakunya |
| 015. | Mana yang laut dilautkan Mana yang tasik ditasikkan Mana yang patut dipatutkan Mana yang baik dibaikkan | 082. | Kalau terbakar rumpun padi Eloklah terbang dibuat suluh Kalaulah kabar belum pasti Eloklah buang berjauh-jauh |
| 016. | Kalau dinding julai berjulai Banyaklah semut yang menyeragai Kalau berunding berlalai-lalai Banyaklah kusut yang tak selesai | 083. | Kerakap tumbuh di lantai Pohon ijuk tumbuh berbanjar Bercakap kami tak pandai Mohon diberi tunjuk dan ajar |
| 017. | Yang kecil sigama-gama Yang besar sijalar-jalar Yang kecil disebut nama Yang besar dihimbau gelar | 084. | Seluk berseluk daunnya terap Terap diampai menjadi benang Eloklah elok dalam bercakap Cakap sampai maksudnya terang |
| 018. | Jika batang padi yang rebah Tegakkan tumang di ujung tanjung Jika datang kan kami sembah Yang tak datang kan kami junjung | 085. | Kalau batang sudah condong Buah yang lebat menjadi luruh Kalau orang sudah tersinggung Semua sahabat menjadi musuh |
| 019. | Kalau sekali-kali berderap Lama-lama pastilah patah Kalau sekali tersalah cakap Lama-lama jadi berbantah | 086. | Kalau rabuk ada serbuknya Kalau campak ada pompatnya Kalau duduk ada patutnya Kalau tegak ada tempatnya |
| 020. | Jangan memalu-malu arang Arang dipalu pecah berbelah Jangan memalu-malukan orang Orang malu kita pun susah | 087. | Banyak orang pandai berkitab Sedikit saja pandai bersyair Banyak orang pandai bercakap Sedikit saja pandai berpikir |
| 021. | Kalau duduk tulis-menulis Elok juga membaca kitab Kalau duduk di dalam majelis Elok-elok kalau bercakap | 088. | Kalau berkitab membaca syair Banyaklah orang datang mendengar Kalau cakap tiada berpikir Banyaklah orang yang bertengkar |
| 022. | Kalau berkitab sambil menulis Jangan sampai dawat terbuang Kalau bercakap di dalam majelis Jangan sampai mengumpat orang | 089. | Kalau kita tidak bersuluh Jangan takut berjalan malam Kalau kita tidak bermusuh Jangan takut makan setalam |
| 023. | Kalau kita tidak bergalah Jangan takut membentang kajang Kalau kita tidak bersalah Jangan takut ditantang orang | 090. | Kalau rotan dipanjat benalu Sekerat disimpan dalam bakul Kalau beban sudah ke bahu Berat ringan wajib dipikul |
| 024. | Kalau kacip sudah dibuka Buah pinang yang ditunangnya Kalau aib sudah ke muka Kalah menang kan imbangnya | 091. | Kalau busut beranai-anai Manakah buluh menjadi sirih Kalau kusut tidak selesai Manakah keruh menjadi jernih |
| 025. | Kalau dinding tidak berlantai Apa gunanya kayu dipepat Kalau runding tidak selesai Apa gunanya penghulu adat | 092. | Kalau tanduk menjadi gading Ambillah sirih agak seganggang Kalau duduk dalam berunding Pikiran jernih dada pun lapang |
| 026. | Kalau busut cari bangkalnya Bila buluh cari bukunya Kalau kusut cari pangkalnya Bila keruh cari hulunya | 093. | Kalau payah mencari pukat Carilah jaring yang di kuala Kalau payah mencari mufakat Carilah runding balik semula |
| 027. | Kalau sampai ke laut gading Belokkan kolek mencari selat Kalau bertikai dalam berunding Eloklah balik kepada adat | 094. | Kalau salah meminjam pukat Salah pula meminjam tengkalak Kalau salah di dalam adat Salah pula di dalam syarak |
| 028. | Kalau tak ada di dalam pukat Cobalah cari di dalam tengkalak Kalau tak ada di dalam adat Cobalah cari di dalam syarak | 095. | Kalau belera sudah direbus Takkan dapat dimakan mentah Kalau perkara sudah diputus Takkan dapat dirobah-robah |
| 029. | Kalau hendak merebus belera Cencang dulu tampuk putiknya Kalau hendak memutus perkara Timbanglah dulu buruk baiknya | 096. | Tembuk tabir membawa benang Tembuk dinding dibawakan damar Tertumbuk pikir bawa bertenang Tertumbuk runding bawa bersabar |
| 030. | Kalau beratapkan daun nanas Banyaklah hujan jatuh ke talam Kelau bercakap berkeras-keras Banyaklah orang yang salah paham | 097. | Daripada menakuk rumpun buluh Elok menetak bunga cendawan Daripada duduk bersama musuh Eloklah tegak bersama kawan |
| 031. | Hari panas jangan ke laut Kalau ke laut kapal tergalang Hati panas jangan diturut Kalau diturut akal pun hilang | 098. | Jangan mengipas-ngipas arang Kalau dikipas banyak baranya Jangan memanas-manaskan orang Kalau panas banyak maranya |
| 032. | Kalau buluh tinggal di tanah Batang sorek dicelis-celis Kalau bodoh tinggal di rumah Yang cerdik masuk ke majelis | 099. | Jangan menetak urat bawang Urat bawang ada gambutnya Jangan menolak niat orang Niat orang ada maksudnya |
| 033. | Jangan menampi-nampi kacang Kalau ditampi busuk buahnya Jangan mengapi-apikan orang Kalau berapi buruk padanya | 100. | Kalau keladi sudah ditanam Janganlah lagi meminta talas Kalau budi sudah ditanam Janganlah lagi meminta balas |
| 034. | Kalau memagar rumpun bawang Pagar dahulu lapis berlapis Kalau mendengar pengaduan orang Dengarkan dulu habis-habis | 101. | Jangan suka mencabut padi Kalau dicabut hilang buahnya Jangan suka menyebut budi Kalau disebut hilang tuahnya |
| 035. | Kalau makan keladi muyang Jangan lupa pada bungkalnya Kalau termakan ke budi orang Janganlah lupa pada asalnya | 102. | Apalah tanda batang tebu Batang tebu halus uratnya Apalah tanda orang berilmu Orang berilmu halus sifatnya |
| 036. | Apalah tanda batang padi Tumbuh di ladang lebat buahnya Apalah tanda orang berbudi Elok dipandang baik bahasanya | 103. | Apalah tanda batang bengkal Batang bengkal banyak bukunya Apalah tanda orang berakal Orang berakal bijak lakunya |
| 037. | Apalah tanda batang kulim Batang kulim rindang dahannya Apalah tanda orang alim Orang alim lapang dadanya | 104. | Apalah tanda batang putat Batang putat bersegi buahnya Apalah tanda orang beradat Orang beradat tinggi marwahnya |
| 038. | Apalah tanda batang betik Batang betik panjang pangkalnya Apalah tanda orang yang cerdik Orang cerdik panjang akalnya | 105. | Apalah tanda pisang tanaman Pisang tanaman banyak akarnya Apakah tanda orang beriman Orang beriman banyak sabarnya |
| 039. | Apalah tanda batang keladi Batang keladi di tanah isinya Apalah tanda orang berbudi Orang berbudi rendah hatinya | 106. | Kalau paku batang berduri Duri mencabik-cabik baju Elok baju orang tak iri Irinya menengok baik laku |
| 040. | Apalah tanda padi berbuah Lebatlah tangkai daunnya subur Apalah tanda negeri bertuah Rakyatnya damai hidupnya makmur | 107. | Anak rusa cepat berlari Diikat kaki terlompat-lompat Banyak harta dapat dicari Sahabat sejati payah didapat |
| 041. | Anak kuda berlari-lari Berlarilah dengan tali-talinya Banyak harta orang tak iri Iri orang menengok budinya | 108. | Banyak orang mandi berenang Tidak peduli kapalnya karam Banyak orang mencari senang Tidak peduli halal dan haram |
| 042. | Banyak orang mendaki bukit Bukit didaki bergesa-gesa Banyak orang mencari duit Duit dicari badan binasa | 109. | Banyak orang menjerat rusa Sudah terlupa meniup api Banyak orang berbuat dosa Sudah lupa hidup kan mati |
| 043. | Banyak orang mencari katung Tidak peduli bulannya terang Banyak orang mencari untung Tidak peduli merugikan orang | 110. | Kalau menangguk-nangguk udang Tangguk dianyam rapat-rapat Kalau duduk di tempat orang Duduklah dengan duduk bersifat |
| 044. | Berkait-kait akan beluru Berkelok-kelok lilit rotan Berpahit-pahit kita dahulu Barulah elok di hari kemudian | 111. | Kalau berkayuh menyusur batang Tandanya sampan akan ke darat Kalau mengeluh pagi dan petang Tandanya badan kian melarat |
| 045. | Kalau bergalah jangan bergayuh Kalau berkayuh bertambah basah Kalau bersusah jangan mengeluh Kalau mengeluh bertambah susah | 112. | Sudah banyak orang bergalah Yang berenang hanya sedikit Sudah banyak orang yang kalah Yang menang hanya sedikit |
| 046. | Dalam meniup ingatlah api Dalam makan ingatlah tulang Dalam hidup ingatlah mati Dalam berjalan ingatlah pulang | 113. | Ingat-ingat mencari kerang Mencari kerang ada tempatnya Ingat-ingat di negeri orang Negeri orang ada adatnya |
| 047. | Ingat-ingat merendam kain Kain itu ada kapasnya Ingat-ingat dalam bermain Bermain itu ada batasnya | 114. | Kalau sudah cukup berenang Cepat-cepatlah naik ke darat Kalau sudah hidupnya senang Ingat-ingatlah orang melarat |
| 048. | Kalau sudah biasa berenang Ingat-ingat pada basahnya Kalau sudah merasa senang Ingat-ingat ke masa susahnya | 115. | Kain dicelup berwarna biru Celup sekali dilipat-lipat Pakaian hidup aib dan malu Pakaian mati amal ibadat |
| 049. | Banyak orang renang berenang Sudah terlupa ke jalan darat Banyak orang bersenang lenang Sudah terlupa jalan akhirat | 116. | Sungguh elok berbatang lebat Redup rindang tiada basahnya Sungguh elok orang bertobat Hidup senang hilang dosanya |
| 050. | Banyak-banyak membuat jermal Jermal dibuat di air dangkal Banyak-banyaklah berbuat amal Amal dibuat menjadi bekal | 117. | Batang betik batang bertarah Batang keladi manisnya ada Orang cerdik penyambung lidah Orang berani pelapis dada |
| 051. | Sungguh elok berbatang lebar Tidak nampak basah kuyupnya Sungguh elok orang penyabar Tidak nampak susah hidupnya | 118. | Retak buah sigama-gama Retak tanduk liku berliku Minta petuah kepada ulama Minta petunjuk pada yang tahu |
| 052. | Retak urat ada bercanggah Retak bara ada tengarang Minta kuat kepada gajah Minta suara kepada enggang | 119. | Belum jatuh sudah berdetak Detak mengirai balik berbalik Hukum jatuh benar terletak Gelak berderai timbal balik |
| 053. | Kalau elang tari menari Kalau pipit loncat meloncat Kalau hilang cari mencari Kalau sakit obat mengobat | 120. | Kalau menebang sama mengerat Kalau membakar sama menyuluh Kalau menimbang sama berat Kalau menakar samalah penuh |
| 054. | Kalau memukat sama menimba Kalau melenggang sama pergi Kalau mendapat sama berlaba Kalau hilang sama merugi | 121. | Yang padat bernama besi Yang berongga tanda beruang Yang adat sama diisi Yang lembaga sama dituang |
| 055. | Yang perahu beruang timba Yang sauh tambang terpaut Yang berbau buang ke rimba Yang keruh buang ke laut | 122. | Mana galah digalahkan juga Kalau layar dilayarkan pula Mana salah disalahkan juga Kalau benar dibenarkan pula |
| 056. | Kalaulah tahu patah akarnya Tebanglah pohon sekecil-kecilnya Kalaulah tahu salah benarnya Timbanglah hukum seadil-adilnya | 123. | Patah kecil kita tampunkan Patah besar kita tumbangkan Salah kecil kita ampunkan Salah besar kita timbangkan |
| 057. | Galah besar bergalah kecil Galah kecil kita lapisi Salah besar kita perkecil Salah kecil kita habisi | 124. | Kalau memandang jangan merentus Kalau melendan jangan melanyah Kalau mencencang jangan memutus Kalau makan jangan memunah |
| 058. | Memanggang sepat bersela-sela Menjamur pukat berkering-kering Tegang adat berjela-jela Kendur adat berdenting-denting | 125. | Yang melentur yang berat Yang bertangkai yang dituai Yang seukur yang dikerat Yang sesuai yang akan dipakai |
| 059. | Yang berdering yang mematah Yang berabu yang kan membakar Yang bertaring yang mengerkah Yang berkuku yang kan mencakar | 126. | Alim nampak kepada rupa Alim dijunjung sampai tua Yatim anak tiada berbapa Yatim kampung tiada bertua |
| 060. | Kalau berbuah ada ranumnya Bila cendawan ada kelatnya Kalau menyanggah ada hukumnya Bila melawan ada adatnya | 127. | Jangan menetakkan parang patah Buat hulunya sebatang ruyung Jangan menegakkan benang basah Membuat malu orang sekampung |
| 061. | Kalau sudah duduk beramai Untuk apa duduk seorang Kalau sudah duduk berdamai Untuk apa mengajak perang | 128. | Kalau sudah menebuk gading Tebuk menjadi ukiran tepat Kalau sudah duduk berunding Eloklah cari jalan mufakat |
| 062. | Kalau lepat sudah dikukus Jerang ketupat dalam kuali Kalau mufakat sudah putus Pegang erat sampai ke mati | 129. | Anak itik terlompat-lompat Anak beruk termangu-mangu Niat baik kita percepat Niat yang buruk ditunggu dulu |
| 063. | Terbang tempua membumbung tinggi Anak garuda layang melayang Orang tua-tua dijunjung tinggi Anak muda-muda dikasih sayang | 130. | Anak ular mati terpukul Anak tapah selam menyelam Yang benar pastilah timbul Yang salah akan tenggelam |
| 064. | Kalau redup pasanglah kandil Bila sepi pasanglah pukat Kalau hidup peganglah wakil Bila mati peganglah amanat | 131. | Pisau peraut baru bertuang Beri bertali dengan rotan saga Rantau diturut dengan udang Negeri dihuni dengan lembaga |
| 065. | Yang semah ada helatnya Yang bidan ada bangsanya Yang rumah ada adatnya Yang tepian ada bahasanya | 132. | Limau purut limau manis Tumbuh sebatang di tepi rawa Kalau menjemput orang nan jauh Siapkan nasi dengan hidangya |
| 066. | Jangan patahkan atap mengkuang Atap patah kumbangpun lalu Jangan patahkan cakap orang Cakap patah orangnya malu | 133. | Hari panas jangan ke laut Kalau ke laut kapal tergalang Hati panas jangan diturut Kalau diturut akalpun hilang |
| 067. | Banyak orang mandi berenang Tidak peduli kapalnya karam Banyak orang mencari untung Tidak peduli merugikan orang |
|
|