Kamis, 25 Mei 2017   |   Jum'ah, 28 Sya'ban 1438 H
Pengunjung Online : 3.289
Hari ini : 11.341
Kemarin : 92.738
Minggu kemarin : 688.898
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.457.541
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pantun Nasihat Adat

Pantun nasihat adat ini mengandung pepatah, petuah nasihat. Pantun adat ini digunakan ketika berhelat, ketika dalam musyawarah, mencari mufakat, mencapai sepakat,  dan menunjukkan adat. Secara substantif, isi pantun adat merupakan bagian dari pantun nasihat. Karena berisi tunjuk ajar agar adat dan resam tetap dijunjung, tingkah laku tetap terjaga, sehingga hidup sehari-hari damai sentosa. Jika memang ada perbedaan, mungkin hanya dari aspek ruang lingkup: pantun adat hanya berkaitan dengan adat, sedangkan pantun nasihat ruang lingkupnya lebih luas, mencakup semua aspek kehidupan. Oleh sebab itu, ada yang menggolongkan pantun adat sebagai sub-bagian dari pantun nasihat. Dalam kehidupan sehari-hari, pemakai pantun adat mayoritas para orang tua dengan tujuan untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan moral yang terkandung dalam adat Melayu. Selain ajaran moral, dalam pantun adat juga terkandung pengetahuan sejarah mengenai persukuan, asal usul dan kepemimpinan negeri. Ringkasan isi pantun adat dan fungsinya terdapat dalam ungkapan berikut:

Di sebut pantun adat karena:  

Bila dikaji ilmunya dapat
Bila dipakai hidup selamat
Bila diikut tiada sesat
Bila diturut banyaklah berkat
Bila diamalkan hidup mufakat
Bila ditaati sengketa tak dekat
Bila difahami hidup bersifat
Bila disimak sentosalah umat

Pantun berisi pepatah adat
Pantun mengandung petuah nasihat
Pantun dipakai dalam helat
Pantun dikaji dalam musyawarat
Pantun diurai mencari mufakat
Pantun dibilang mencapai sepakat
Di situ undang sama disukat
Di situ hukum sama diangkat
Di situ pusaka sama diingat
Di situ soko sama ditingkat
Di situ umat menunjukkan adat

Berikut beberapa contoh pantun adat yang berkembang di tengah masyarakat Melayu:

001. Lapun-melapun ke Inderagiri
Singgah sebentar ke Betipuh
Ampun hamba tegak berdiri
Ujudnya duduk dengan bersimpuh
068. Diradang-radang memasap
Tertangguk badar dan gulama
Dibilang-bilang meratap
Diurai si tambo lama
002. Tertangguk badar dan gulama
Tiga gurundang di hulunya
Diuraikan si tambo lama
Tiga undang dahulunya
069. Pertama undang silama-lama
Kedua undang sigemak-gemak
Ketiga undang simumbang jatuh
Itulah undang masa ketika
003. Dibelah-belah pertiga
Siraut pembelah rotan
Luhak dibaginya tiga
Adat dibaginya delapan
070. Berek-berek turun ke semak
Dari semak turun ke padi
Dari nenek turun ke mamak
Dari mamak turun ke kami
004. Jahit berjahit tepi kasur
Suji-bersuji tepi bantal
Kalau raib di dalam usul
Tilik saja pada yang asal
071. Rama-rama si kumbang janti
Hatib indah pulang berkuda
Patah tumbuh hilang berganti
Pusaka tinggal begitu juga
005. Dahulu rebab yang bertangkai
Kini kopi yang berbunga
Dahulu adat yang berpakai
Kini rodi yang berguna
072. Sejak berduku, berkelapa
Pandan tidak panjang lagi
Sejak bersuku, berkepala
Badan nan tidak senang lagi
006. Yang merah hanya saga
Yang kurik hanya kundi
Yang indah hanya bahasa
Yang baik hanya budi
073. Kilang tebu kilang tanak
Kilang sama diapikan
Dari nenek turun ke mamak
Pusaka jadi digantikan
007. Sengkono mudik ke hulu
Di mana tohor situ sekatkan
Pusaka nenek mamak yang terdahulu
Ada berbuhul berikatan
074. Orang Padang mencuci benang
Dilipat maka dipertiga
Kalau direntang hanya panjang
Elok singkatkan sekedar berguna
008. Pucuk ketaya akar cambai
Pucuk lempata orang patahkan
Bukannya saya cerdik pandai
Sunat pidato disembahkan
075. Bunga melati bunga di darat
Bunga seroja di tepi kali
Hina besi karena karat
Hina manusia tidak berbudi
009. Tingkap papan kayu persegi
Riga-riga di pulau Angsa
Indah tampan karena budi
Tinggi bangsa karena bahasa
076. Limau purut dan limau manis
Tumbuh sebatang di tepi rawa
Kalau menjemput dengan manis
Orang pun datang dengan tertawa
010. Yang merumput yang kan memagar
Yang tertanam yang menumbangkan
Yang menjemput yang kan mengantar
Yang meminjam yang memulangkan
077. Kalau merumput dahan dikerat
Batang dipetik dengan seraga
Kalau menjemput dengan adat
Pulangkan balik dengan lembaga
011.Pabila meraut selodang buluh
Siapkan lidi buang miangnya.
Bila menjemput orang nan jauh
Siapkan nasi dengan hidangnya
078.Putus gading karena kerat
Belum jatuh sudahlah retak
Putus runding karena mufakat
Hukum jatuh benar terletak
012.Kalau ranting sudah bertangkai
Janganlah dililit-lilit juga
Kalau berunding sudah selesai
Jangan diungkit-ungkit juga
079.Jangan patahkan atap mengkuang
Atap patah kumbangpun lalu
Jangan patahkan cakap orang
Cakap patah orangnya malu
013.Kalau puting sudah bertangkai
Retak tangkai disampul balik
Kalau berunding sesama pandai
Gelak berderai timbal balik
080.Kalau banyak bertanam puding
Di mana busut di sana seminai
Kalau bijak dalam berunding
Di mana kusut di sana selesai
014.Sebelum menggali buah bengkuang
Galilah dahulu buah ketari
Sebelum mencari kesalahan orang
Carilah dahulu kesalahan sendiri
081.Jangan suka membuka dada
Dada terbuka lapuk bajunya
Jangan suka mengada-ada
Mengada-ada buruk lakunya
015.Mana yang laut dilautkan
Mana yang tasik ditasikkan
Mana yang patut dipatutkan
Mana yang baik dibaikkan
082.Kalau terbakar rumpun padi
Eloklah terbang dibuat suluh
Kalaulah kabar belum pasti
Eloklah buang berjauh-jauh
016.Kalau dinding julai berjulai
Banyaklah semut yang menyeragai
Kalau berunding berlalai-lalai
Banyaklah kusut yang tak selesai
083.Kerakap tumbuh di lantai
Pohon ijuk tumbuh berbanjar
Bercakap kami tak pandai
Mohon diberi tunjuk dan ajar
017.Yang kecil sigama-gama
Yang besar sijalar-jalar
Yang kecil disebut nama
Yang besar dihimbau gelar
084.Seluk berseluk daunnya terap
Terap diampai menjadi benang
Eloklah elok dalam bercakap
Cakap sampai maksudnya terang
018.Jika batang padi yang rebah
Tegakkan tumang di ujung tanjung
Jika datang kan kami sembah
Yang tak datang kan kami junjung
085.Kalau batang sudah condong
Buah yang lebat menjadi luruh
Kalau orang sudah tersinggung
Semua sahabat menjadi musuh
019.Kalau sekali-kali berderap
Lama-lama pastilah patah
Kalau sekali tersalah cakap
Lama-lama jadi berbantah
086.Kalau rabuk ada serbuknya
Kalau campak ada pompatnya
Kalau duduk ada patutnya
Kalau tegak ada tempatnya
020.Jangan memalu-malu arang
Arang dipalu pecah berbelah
Jangan memalu-malukan orang
Orang malu kita pun susah
087.Banyak orang pandai berkitab
Sedikit saja pandai bersyair
Banyak orang pandai bercakap
Sedikit saja pandai berpikir
021.Kalau duduk tulis-menulis
Elok juga membaca kitab
Kalau duduk di dalam majelis
Elok-elok kalau bercakap
088.Kalau berkitab membaca syair
Banyaklah orang datang mendengar
Kalau cakap tiada berpikir
Banyaklah orang yang bertengkar
022.Kalau berkitab sambil menulis
Jangan sampai dawat terbuang
Kalau bercakap di dalam majelis
Jangan sampai mengumpat orang
089.Kalau kita tidak bersuluh
Jangan takut berjalan malam
Kalau kita tidak bermusuh
Jangan takut makan setalam
023.Kalau kita tidak bergalah
Jangan takut membentang kajang
Kalau kita tidak bersalah
Jangan takut ditantang orang
090.Kalau rotan dipanjat benalu
Sekerat disimpan dalam bakul
Kalau beban sudah ke bahu
Berat ringan wajib dipikul
024.Kalau kacip sudah dibuka
Buah pinang yang ditunangnya
Kalau aib sudah ke muka
Kalah menang kan imbangnya
091.Kalau busut beranai-anai
Manakah buluh menjadi sirih
Kalau kusut tidak selesai
Manakah keruh menjadi jernih
025.Kalau dinding tidak berlantai
Apa gunanya kayu dipepat
Kalau runding tidak selesai
Apa gunanya penghulu adat
092.Kalau tanduk menjadi gading
Ambillah sirih agak seganggang
Kalau duduk dalam berunding
Pikiran jernih dada pun lapang
026.Kalau busut cari bangkalnya
Bila buluh cari bukunya
Kalau kusut cari pangkalnya
Bila keruh cari hulunya
093.Kalau payah mencari pukat
Carilah jaring yang di kuala
Kalau payah mencari mufakat
Carilah runding balik semula
027.Kalau sampai ke laut gading
Belokkan kolek mencari selat
Kalau bertikai dalam berunding
Eloklah balik kepada adat
094.Kalau salah meminjam pukat
Salah pula meminjam tengkalak
Kalau salah di dalam adat
Salah pula di dalam syarak
028.Kalau tak ada di dalam pukat
Cobalah cari di dalam tengkalak
Kalau tak ada di dalam adat
Cobalah cari di dalam syarak
095.Kalau belera sudah direbus
Takkan dapat dimakan mentah
Kalau perkara sudah diputus
Takkan dapat dirobah-robah
029.Kalau hendak merebus belera
Cencang dulu tampuk putiknya
Kalau hendak memutus perkara
Timbanglah dulu buruk baiknya
096.Tembuk tabir membawa benang
Tembuk dinding dibawakan damar
Tertumbuk pikir bawa bertenang
Tertumbuk runding bawa bersabar
030.Kalau beratapkan daun nanas
Banyaklah hujan jatuh ke talam
Kelau bercakap berkeras-keras
Banyaklah orang yang salah paham
097.Daripada menakuk rumpun buluh
Elok menetak bunga cendawan
Daripada duduk bersama musuh
Eloklah tegak bersama kawan
031.Hari panas jangan ke laut
Kalau ke laut kapal tergalang
Hati panas jangan diturut
Kalau diturut akal pun hilang
098.Jangan mengipas-ngipas arang
Kalau dikipas banyak baranya
Jangan memanas-manaskan orang
Kalau panas banyak maranya
032.Kalau buluh tinggal di tanah
Batang sorek dicelis-celis
Kalau bodoh tinggal di rumah
Yang cerdik masuk ke majelis
099.Jangan menetak urat bawang
Urat bawang ada gambutnya
Jangan menolak niat orang
Niat orang ada maksudnya
033.Jangan menampi-nampi kacang
Kalau ditampi busuk buahnya
Jangan mengapi-apikan orang
Kalau berapi buruk padanya
100.Kalau keladi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta balas
034.Kalau memagar rumpun bawang
Pagar dahulu lapis berlapis
Kalau mendengar pengaduan orang
Dengarkan dulu habis-habis
101.Jangan suka mencabut padi
Kalau dicabut hilang buahnya
Jangan suka menyebut budi
Kalau disebut hilang tuahnya
035.Kalau makan keladi muyang
Jangan lupa pada bungkalnya
Kalau termakan ke budi orang
Janganlah lupa pada asalnya
102.Apalah tanda batang tebu
Batang tebu halus uratnya
Apalah tanda orang berilmu
Orang berilmu halus sifatnya
036.Apalah tanda batang padi
Tumbuh di ladang lebat buahnya
Apalah tanda orang berbudi
Elok dipandang baik bahasanya
103.Apalah tanda batang bengkal
Batang bengkal banyak bukunya
Apalah tanda orang berakal
Orang berakal bijak lakunya
037.Apalah tanda batang kulim
Batang kulim rindang dahannya
Apalah tanda orang alim
Orang alim lapang dadanya
104.Apalah tanda batang putat
Batang putat bersegi buahnya
Apalah tanda orang beradat
Orang beradat tinggi marwahnya
038.Apalah tanda batang betik
Batang betik panjang pangkalnya
Apalah tanda orang yang cerdik
Orang cerdik panjang akalnya
105.Apalah tanda pisang tanaman
Pisang tanaman banyak akarnya
Apakah tanda orang beriman
Orang beriman banyak sabarnya
039.Apalah tanda batang keladi
Batang keladi di tanah isinya
Apalah tanda orang berbudi
Orang berbudi rendah hatinya
106.Kalau paku batang berduri
Duri mencabik-cabik baju
Elok baju orang tak iri
Irinya menengok baik laku
040.Apalah tanda padi berbuah
Lebatlah tangkai daunnya subur
Apalah tanda negeri bertuah
Rakyatnya damai hidupnya makmur
107.Anak rusa cepat berlari
Diikat kaki terlompat-lompat
Banyak harta dapat dicari
Sahabat sejati payah didapat
041.Anak kuda berlari-lari
Berlarilah dengan tali-talinya
Banyak harta orang tak iri
Iri orang menengok budinya
108.Banyak orang mandi berenang
Tidak peduli kapalnya karam
Banyak orang mencari senang
Tidak peduli halal dan haram
042.Banyak orang mendaki bukit
Bukit didaki bergesa-gesa
Banyak orang mencari duit
Duit dicari badan binasa
109.Banyak orang menjerat rusa
Sudah terlupa meniup api
Banyak orang berbuat dosa
Sudah lupa hidup kan mati
043.Banyak orang mencari katung
Tidak peduli bulannya terang
Banyak orang mencari untung
Tidak peduli merugikan orang
110.Kalau menangguk-nangguk udang
Tangguk dianyam rapat-rapat
Kalau duduk di tempat orang
Duduklah dengan duduk bersifat
044.Berkait-kait akan beluru
Berkelok-kelok lilit rotan
Berpahit-pahit kita dahulu
Barulah elok di hari kemudian
111.Kalau berkayuh menyusur batang
Tandanya sampan akan ke darat
Kalau mengeluh pagi dan petang
Tandanya badan kian melarat
045.Kalau bergalah jangan bergayuh
Kalau berkayuh bertambah basah
Kalau bersusah jangan mengeluh
Kalau mengeluh bertambah susah
112.Sudah  banyak orang bergalah
Yang berenang hanya sedikit
Sudah banyak orang yang kalah
Yang menang hanya sedikit
046.Dalam meniup ingatlah api
Dalam makan ingatlah tulang
Dalam hidup ingatlah mati
Dalam berjalan ingatlah pulang
113.Ingat-ingat mencari kerang
Mencari kerang ada tempatnya
Ingat-ingat di negeri orang
Negeri orang ada adatnya
047.Ingat-ingat merendam kain
Kain itu ada kapasnya
Ingat-ingat dalam bermain
Bermain itu ada batasnya
114.Kalau sudah cukup berenang
Cepat-cepatlah naik ke darat
Kalau sudah hidupnya senang
Ingat-ingatlah orang melarat
048.Kalau sudah biasa berenang
Ingat-ingat pada basahnya
Kalau sudah merasa senang
Ingat-ingat ke masa susahnya
115.Kain dicelup berwarna biru
Celup sekali dilipat-lipat
Pakaian hidup aib dan malu
Pakaian mati amal ibadat
049.Banyak orang renang berenang
Sudah terlupa ke jalan darat
Banyak orang bersenang lenang
Sudah terlupa jalan akhirat
116.Sungguh elok berbatang lebat
Redup rindang tiada basahnya
Sungguh elok orang bertobat
Hidup senang hilang dosanya
050.Banyak-banyak membuat jermal
Jermal dibuat di air dangkal
Banyak-banyaklah berbuat amal
Amal dibuat menjadi bekal
117.Batang betik batang bertarah
Batang keladi manisnya ada
Orang cerdik penyambung lidah
Orang berani pelapis dada
051.Sungguh elok berbatang lebar
Tidak nampak basah kuyupnya
Sungguh elok orang penyabar
Tidak nampak susah hidupnya
118.Retak buah sigama-gama
Retak tanduk liku berliku
Minta petuah kepada ulama
Minta petunjuk pada yang tahu
052.Retak urat ada bercanggah
Retak bara ada tengarang
Minta kuat kepada gajah
Minta suara kepada enggang
119.Belum jatuh sudah berdetak
Detak mengirai balik berbalik
Hukum jatuh benar terletak
Gelak berderai timbal balik
053.Kalau elang tari menari
Kalau pipit loncat meloncat
Kalau hilang cari mencari
Kalau sakit obat mengobat
120.Kalau menebang sama mengerat
Kalau membakar sama menyuluh
Kalau menimbang sama berat
Kalau menakar samalah penuh
054.Kalau memukat sama menimba
Kalau melenggang sama pergi
Kalau mendapat sama berlaba
Kalau hilang sama merugi
121.Yang padat bernama besi
Yang berongga tanda beruang
Yang adat sama diisi
Yang lembaga sama dituang
055.Yang perahu beruang timba
Yang sauh tambang terpaut
Yang berbau buang ke rimba
Yang keruh buang ke laut
122.Mana galah digalahkan juga
Kalau layar dilayarkan pula
Mana salah disalahkan juga
Kalau benar dibenarkan pula
056.Kalaulah tahu patah akarnya
Tebanglah pohon sekecil-kecilnya
Kalaulah tahu salah benarnya
Timbanglah hukum seadil-adilnya
123.Patah kecil kita tampunkan
Patah besar kita tumbangkan
Salah kecil kita ampunkan
Salah besar kita timbangkan
057.Galah besar bergalah kecil
Galah kecil kita lapisi
Salah besar kita perkecil
Salah kecil kita habisi
124.Kalau memandang jangan merentus
Kalau melendan jangan melanyah
Kalau mencencang jangan memutus
Kalau makan jangan memunah
058.Memanggang sepat bersela-sela
Menjamur pukat berkering-kering
Tegang adat berjela-jela
Kendur adat berdenting-denting
125.Yang melentur yang berat
Yang bertangkai yang dituai
Yang seukur yang dikerat
Yang sesuai yang akan dipakai
059.Yang berdering yang mematah
Yang berabu yang kan membakar
Yang bertaring yang mengerkah
Yang berkuku yang kan mencakar
126.Alim nampak kepada rupa
Alim dijunjung sampai tua
Yatim anak tiada berbapa
Yatim kampung tiada bertua
060.Kalau berbuah ada ranumnya
Bila cendawan ada kelatnya
Kalau menyanggah ada hukumnya
Bila melawan ada adatnya
127.Jangan menetakkan parang patah
Buat hulunya sebatang ruyung
Jangan menegakkan benang basah
Membuat malu orang sekampung
061.Kalau sudah duduk beramai
Untuk apa duduk seorang
Kalau sudah duduk berdamai
Untuk apa mengajak perang
128.Kalau sudah menebuk gading
Tebuk menjadi ukiran tepat
Kalau sudah duduk berunding
Eloklah cari jalan mufakat
062.Kalau lepat sudah dikukus
Jerang ketupat dalam kuali
Kalau mufakat sudah putus
Pegang erat sampai ke mati
129.Anak itik terlompat-lompat
Anak beruk termangu-mangu
Niat baik kita percepat
Niat yang buruk ditunggu dulu
063.Terbang tempua membumbung tinggi
Anak garuda layang melayang
Orang tua-tua dijunjung tinggi
Anak muda-muda dikasih sayang
130.Anak ular mati terpukul
Anak tapah selam menyelam
Yang benar pastilah timbul
Yang salah akan tenggelam
064.Kalau redup pasanglah kandil
Bila sepi pasanglah pukat
Kalau hidup peganglah wakil
Bila mati peganglah amanat
131.Pisau peraut baru bertuang
Beri bertali dengan rotan saga
Rantau diturut dengan udang
Negeri dihuni dengan lembaga
065.Yang semah ada helatnya
Yang bidan ada bangsanya
Yang rumah ada adatnya
Yang tepian ada bahasanya
132.Limau purut limau manis
Tumbuh sebatang di tepi rawa
Kalau menjemput orang nan jauh
Siapkan nasi dengan hidangya
066.Jangan patahkan atap mengkuang
Atap patah kumbangpun lalu
Jangan patahkan cakap orang
Cakap patah orangnya malu
133.Hari panas jangan ke laut
Kalau ke laut kapal tergalang
Hati panas jangan diturut
Kalau diturut akalpun hilang
067.Banyak orang mandi berenang
Tidak peduli kapalnya karam
Banyak orang mencari untung
Tidak peduli merugikan orang


  1. Pantun Persatuan dan Kesatuan Masyarakat Pelalawan, Riau.
Dibaca : 69.104 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password