|
Berasal dari kata roh. Rowah merupakan upacara masyarakat Sasak Lombok untuk menghubungkan silaturahmi dengan roh melalui acara kenduri. Rowah biasa digelar di rumah, masjid, mushala, langgar, makam leluhur atau tempat keramat lainnya. Rowah juga digelar di makam yang di dalamnya tidak ada jasadnya karena makam tersebut hanya berfungsi sebagai penanda maqom bagi orang alim. Contohnya, makam Loang Baloq yang secara fisik tak ada jasadnya. Dalam rowah ada sajian khusus yang disebut dulang rowah dengan tujuan untuk mengikat persaudaraan dengan tamu-tamu yang diundang. Selain makanan ada piranti khusus yang dinamakan air kumkuman, yakni air bunga yang ditempatkan dalam piring dari kuningan atau tembaga. Air tersebut kemudian diambil untuk cuci muka agar orang tersebut diberi keselamatan. Rowah biasa dilakukan untuk menyambut upacara-upacara seperti ngurisang, khitanan, cuci perut, dan lain sebagainya. |