|
Rumah tradisional Riau yang juga disebut rumah lancang, rumah ini bentuk atapnya melengkung keatas dan agak runcing, sedangkan dindingnya miring keluar dengan hiasan kaki dinding mirip perahu atau lancang sebagai simbol penghormatan kepada Tuhan dan terhadap sesama. Rumah lontik diperkirakan mendapat pengaruh dari kebudayaan Minangkabau. Tangga rumah biasanya berjumlah lima yang dihubungkan dengan rukun Islam. Tiangnya berbentuk macam-macam: persegi empat, segi enam, segi tujuh, segi delapan, dan segi sembilan. Segi empat melambangkan empat penjuru mata angin, sama dengan segi delapan. Maksudnya rumah itu akan mendatangkan rezeki dari segala penjuru. Tiang segi enam melambangkan rukun Iman dalam ajaran Islam, maksudnya diharapkan pemilik rumah tetap taat dan beriman kepada Tuhannya. Tiang segi tujuh melambangkan tujuh tingkatan surga dan neraka yang dihubungkan dengan kesalehan pemilik rumah agar masuk ke salah satu tujuh tingkat surga, dan sebaliknya dihubungkan dengan masuknya sang pemilik rumah ke salah satu jutuh tingkat neraka apabila sang pemilik memiliki sifat jahat. Tiang persegi sembilan melambangkan bahwa pemilik rumah adalah orang mampu. |