Sabtu, 18 April 2026   |   Ahad, 1 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.509
Hari ini : 23.011
Kemarin : 143.251
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Upacara Kemantan

Upacara tradisional masyarakat Talang Mamak, Indragiri Hulu, Riau untuk menyembuhkan penyakit yang dikaitkan dengan pelanggaran aturan dan adat serta keserakahan manusia terhadap sumberdaya alam. Untuk menghindari penyakit ini, warga masyarakat Talang Mamak diharuskan menyeimbangkan kosmos (alam nyata dan gaib) agar bisa terhindar dari segala penyakit. Upacara ini dipimpin oleh seorang kemantan, yaitu dukun yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada dukun biasa, karena seorang kemantan dapat menyembuhkan penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh dukun biasa. Selanjutnya, kemantan dibimbing oleh  penginang dan kubayu. Penginang adalah wanita yang melantunkan nyanyian panjang sebagai alat memanggil keramat betuah (roh), sedangkan kubayu adalah pria yang bertugas menemani kemantan dan keramat betuah menari. Penginang dan kubayu dipercaya dapat mengetahui kedatangan roh, berkomunikasi dengan keramat betuah dan menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Upacara kemantan biasanya dilakukan karena beberapa hal: (1) jika penyakit datang dan berlangsung lama, dan korbannya lebih dari 3 orang, (2) jika tiba-tiba seekor harimau datang dan menyakiti seorang warga, (3) jika seseorang mendapat tuah menjadi kemantan dari datuk atau niniknya, dan (4) jika pangkal tahun tiba yang merupakan awal tahun menanam padi. Berkaitan dengan kedatangan pangkal tahun, upacara kemantan ditujukan untuk  memohon kepada keramat betuah agar warga terhindar dari penyakit dan mendapatkan hasil panen yang baik. Jika doa ini terkabul, upacara kemantan harus dilakukan seusai panen yang waktu pelaksanaannya berdasarkan mufakat tetua adat dan pemeliharanya. Biasanya, upacara kemantan dilaksanakan jika dalam seminggu menjelang upacara kemantan tersebut tidak ada yang meninggal. Ada dalam tiga tahapan dalam upacara ini: malam nan kocik, dengan tujuan meninjau peralatan dan pakaian kemantan (dondonan); malam nan godang, proses penyembuhan dengan memberikan peralatan yang diminta berdasarkan malam nan kocik; dan undo di lambai, acara makan dan minum karena selama dua hari dua malam kemantan lelah bekerja. Seusai upacara, pelaksana upacara membekali kemantan barang-barang keperluan sehari-hari seperti beras, gula, garam, minyak makan dan tembakau, sebagai ucapan terima kasih. (WL/ensi/62/7-07)