|
Upacara ritual pemberian makan laut oleh nelayan suku Bugis yang bermukim di sepanjang Pantai Pagatan, Kabupaten Kotabarui, Kalimantan Selatan. Pelaksanaannya dilakukan satu tahun sekali sekitar bulan Mei atau Juni setelah para nelayan panen besar ikan di laut. Beberapa hari sebelum upacara dimulai, para nelayan mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan acara tersebut seperti mempersiapkan beragam masakan dengan bahan dasar ikan yang akan disuguhkan kepada para tamu. Menjelang pelaksanaan upacara, acara didahului dengan pertunjukan kesenian budaya tradisional, perlombaan dan pameran kerajinan dan makanan khas Suku Bugis. Pada upacara puncak, upacara ini melibatkan tiga orang Sandro (pimpinan upacara) laki-laki, lima Sandro perempuan, empat sesepuh adat (tokoh nelayan yang menjadi panutan), satu orang punggawa (nelayan sukses yang dermawan), satu juru mudi dan satu juru batu serta puluhan orang penggiring. Juru mudi menggambarkan sosok nahkoda pelaut sejati yang lahir di lingkungan nelayan dan juru batu adalah pendamping juru mudi. Penggiring merupakan sesepuh nelayan serta pemuda dan pemudi nelayan. (WL/ensi/67/7-07) |