Sebuah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari kancet lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti tari kancet ledo. Namun, penari kancet lasan tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang. Dalam tari ini si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon. (WL/ensi/74/7-07)