|
Tari daerah kabupaten Bone ini menggambarkan penobatan para putra dan putri Bangsawan Bugis Bone oleh Arungpone (Raja) pada zaman kerajaan, dan dipertunjukkan di dalam Saoraja (Istana Raja Bone). Gerakan tari ini terbagi menjadi 5, antara lain: makkasiwiang (gerakan penobatan), akkalabbirang (penghargaan kepada Raja), soro passapu (adat istiadat bangsawan), mappasoro ajangang (mengakhiri tarian), dan massimang (mohon diri). Kostum dan perhiasan para penari ini antara lain: baju tokko (baju bodo), sarung, bangkara (anting-anting), rante (kalung), potto (gelang), mastura (kalung kecil), dan saloko (hiasan rambut). Alat peraga yang biasanya dipakai adalah kipas dan selendang. Alat musik yang mengiringi tarian ini adalah gendang, gong, parappasa, kancing dan bancing. (WL/ensi/80/7-07) |