|
Jenis satra lisan Suku Hutan, Bengkalis, Riau, Indonesia yang dibawakan dengan cara dinyanyikan tanpa iringan musik. Sastra jenis ini dituturkan dalam bahasa Melayu logat Suku Hutan yang dibawakan oleh penutur dalam keadaan tidak sadar karena dipercaya penutur dalam pengaruh kekuasaan makhluk halus yang disebut Jande gendong. Masyarakat setempat mempercayai roh ini sebagai makhluk yang sangat agung dan mulia. Cerita rakyat ini biasa dipertunjukkan untuk menyambut acara perkawinan dan sunat rasul (khitan), dituturkan di atas pentas atau panggung, yang telah disediakan oleh penyelenggara upacara, pada waktu siang dan malam hari selama tiga hari. Jande Gendong sendiri menceritakan tentang seorang janda yang pandai menyanyi dan bermain biola. Suara dan kemampuan bermain biola ini akhirnya memikat seorang panglima bernama Panglima Dukamat yang kemudian menjadikan san Jande Gendong sebagai istrinya. Suatu hari, sang panglima memutuskan pergi untuk menimba ilmu. Jande Gendong kemudian berpesan jika kelak sang Panglima memutuskan memiliki istri untuk memperoleh keturunan, karena sang Jande tidak memberikan keturunan, maka sang Panglima diminta untuk tidak melupakan sang Jande Gendong. (WL/ensi/88/08-07) |