|
Robo-robo merupakan ritual yang digelar oleh kerabat Istana Amantubillah Kota Mempawah, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat setiap hari Rabu terakhir bulan Safar menurut perhitungan kalender Hijriah. Tujuan menggelar ritual ini adalah untuk memperingati kedatangan atau napak tilas perjalanan Opu Daeng Menambon dari Kerajaan Matan Martapura, Kabupaten Ketapang, menuju Kerajaan Mempawah, Kabupaten Pontianak, pada tahun 1737 M/1448 H. Ia pindah bersama keluarganya dari Kerajaan Matan ke Kerajaan Mempawah atas permintaan Pangeran Senggauk, Raja Mempawah waktu itu. Ketika Pangeran Senggauk mangkat, Opu Daeng Menambon yang bergelar Pangeran Mas Surya Negara naik tahta menggantikannya dan berkuasa di sana sekitar 26 tahun hingga wafatnya. Prosesi ritual Robo-robo diawali ketika raja Istana Amantubillah beserta para petinggi istana naik perahu lancang kuning dan perahu bidar dari Desa Benteng menuju Desa Kuala Mempawah. Sesampainya di tepian Kuala/Sungai Mempawah, salah seorang kerabat Istana Mempawah yang menjabat sebagai pemangku adat mengumandangkan azan dan membaca doa tolak bala (talak balak). Kemudian dilanjutkan dengan ritual Buang-buang, yaitu melempar sesajen ke Kuala Mempawah. Setelah itu, raja beserta para petinggi istana merapat ke tepian Kuala Mempawah untuk bersiap-siap melaksanakan Makan Saprahan, yakni makan bersama antara keluarga istana dan masyarakat umum di halaman depan Istana Amantubillah menggunakan talam/baki. Setiap talam (saprah) biasanya cukup untuk dinikmati oleh 5-6 orang. (YP/ensi/02/08-08) |