Rabu, 6 Mei 2026   |   Khamis, 19 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 381
Hari ini : 13.291
Kemarin : 45.452
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Wisata Manee

Peserta upacara Manee saling berebut menangkap ikan

Manee merupakan upacara tradisional menangkap ikan yang dilakukan oleh masyarakat Kepulauan Talaud, tepatnya di Pulau Intata, Karokotan, Kecamatan Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Propinsi Sulawesi Utara. Tradisi yang telah berumur ratusan tahun ini dilaksanakan setiap setahun sekali, bisanya pada pertengahan bulan Mei.

Bulan Mei bagi masyarakat Kepulauan Talaud merupakan bulan berlimpahnya ikan laut karena datangnya angin Timur Laut yang membawa suasana tenang di perairan pantai Kepulauan Talaud. Biasanya, pada bulan ini banyak kawanan ikan, dari yang berukuran kecil sampai yang besar, mendekat ke arah bibir pantai. Upacara yang juga berfungsi sebagai sarana komunikasi untuk menciptakan kerukunan bagi masyarakat di sekitar Kepulauan Talaud ini juga telah menjadi event wisata tahunan yang cukup terkenal, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara.  

Sebelum upacara dimulai warga terlebih dahulu mempersiapkan jaring dari daun kelapa. Daun kelapa yang telah dibuang lidinya diikat dengan tali dari akar rotan yang panjangnya bisa mencapai empat kilometer. Tali kemudian diangkut ke atas perahu untuk kemudian dibawa ke tengah laut dan direntangkan menggunakan dua perahu. Pelan-pelan jaring ditarik menuju ke arah pantai. Dari bentangan rangkaian daun kelapa yang mengelilingi lokasi Manee itu tergiring ikan-ikan dari berbagai jenis, terperangkap di dalam pusaran lokasi Manee, yang memiliki kedalaman rata-rata 30 cm. Berbagai jenis ikan terperangkap. Sebagian besar adalah jenis ikan karang, seperti kerapu, namun ada juga jenis ikan di laut dalam seperti tongkol hingga kakap merah.  

Setelah ikan-ikan itu tergiring di bibir pantai, semua warga masyarakat yang terlibat dalam upacara ini diizinkan menangkapnya, tetapi tidak boleh menggunakan alat penangkap ikan, melainkan harus menggunakan tangan. Menurut ketentuan adat yang berlaku, hasil yang diperoleh dari upacara ini tidak boleh dijual melainkan hanya untuk dimakan. Hasil tangkapan itu bisa dikonsumsi di rumah masing- masing, atau dibakar beramai-ramai di pinggir laut.

Sulit menjelaskannya secara ilmiah upacara ini. Hanya dengan janur, ikan yang jumlahnya sangat banyak itu dapat ditangkap dengan mudah. Namun Manee bukan upacara yang sarat dengan unsur mistik. Masyarakat Kepulauan Talaud meyakini bahwa ada hubungan alamiah antara ikan dengan daun janur yang membuat ikan-ikan ini menjadi penurut, dan tidak bisa melepaskan diri dari rangkaian janur ini.

Seiring semakin berkembangnya industri pariwisata, Manee pun menjadi semakin populer di berbagai pelosok dunia. Banyak para turis mancanegara berdatangan ke lokasi Manee setiap kali upacara ini berlangsung. Tradisi yang tidak dijumpai di daerah lain di Indonesia ini kemudian ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi ikon pariwisata di salah satu kepulauan terluar di Indonesia ini.  

(Afthonul Afif/ensi/05/11-08).

Sumber bacaan:

Sumber foto: http://www.liputan6.com/daerah/?id=123940