|
Para Bobato Akhirat dalam sebuah acara. Bobato adalah gelar untuk para pembantu sultan yang umum digunakan oleh kesultanan-kesultanan di kawasan Maluku Utara. Secara harfiah, Bobato bermakna para pimpinan pembantu sultan. Untuk menjalankan tugasnya sebagai kepala pemerintahan, para sultan di kawasan Maluku Utara dibantu oleh dua kelompok Bobato. Pertama adalah Bobato Dunia, yaitu para pembantu sultan di bidang pemerintahan, ekonomi, pertahanan, serta pelayanan terhadap rakyat. Kedua adalah Bobato Akhirat yang bertugas menjalankan tugas-tugas di bidang pembinaan, penguatan, dan penyebaran agama. Terbentuknya sistem pemerintahan kesultanan yang dibantu oleh para Bobato ini tak lepas dari perkembangan kerajaan-kerajaan yang terdapat di Maluku Utara. Menurut Busranto Abdullatif Doa (dalam http://ternate.wordpress.com), setelah kedatangan Islam, sistem pemerintahan di kawasan Maluku Utara mengalami perubahan mendasar, dari pemerintahan yang sifatnya sederhana menjadi lebih kompleks, yaitu dari sitem pemerintahan Momole menjadi sistem pemerintahan Kesultanan. Dalam sistem pemerintahan kesultanan inilah kemudian lahir jabatan Bobato. Bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh empat kesultanan di Maluku Utara relatif sama, yaitu dibantu oleh Bobato Dunia dan Bobato Akhirat. Hal ini karena di antara keempat kesultanan tersebut telah terjalin persaudaraan dalam ikatan Persekutuan Moti (Motir Verbond) yang juga dikenal dengan istilah Moloku Kie Raha (persaudaraan empat gunung). Empat kesultanan tersebut antara lain Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Bobato Dunia merupakan perkumpulan dari 18 kepala Soa (marga) dan Sangaji (kepala suatu wilayah). Ke-18 Bobato yang kerap disebut bobato nganyagimoi se tofkange ini dipimpin oleh empat bangsawan, yaitu Jogugu (wazir atau pembantu utama raja), Kapitan Laut (laksamana), Hukum Soa Sio (kepala urusan dalam negeri), dan Hukum Sangaji (kepala urusan luar negeri dan daerah taklukan). Keempat pejabat ini disebut Bobato Madopolo atau empat pimpinan Bobato pembantu utama sultan (Muhammad, 2004: 50). Sementara Bobato Akhirat terdiri dari Kadhi, Khatib, dan Modin. Kadhi atau disebut juga Jou Kalem merupakan jabatan tertinggi dalam Bobato Akhirat. Kadhi adalah imam tertinggi yang membawahi 5 imam besar kesultanan, yaitu Imam Jiko, Imam Jawa, Imam Sangaji, Imam Moti, serta Imam Bangsa. Sementara Khatib adalah mereka yang ditugaskan untuk melaksanakan dakwah dan syiar Islam yang berkedudukan di masjid kesultanan. Khatib biasanya dibantu oleh para Modin untuk menjalankan tugasnya sebagai pemuka agama. Kendati tidak memiliki wewenang seperti jaman kesultanan dulu, sampai sekarang Bobato Dunia maupun Bobato Akhirat tetap eksis di kawasan Maluku Utara. Para Bobato yang terpilih akan dilantik oleh sultan sebagai pemuka masyarakat di bidang kemasyarakatan maupun pemuka di bidang keagamaan. Seperti terjadi pada 27 Februari 2009 lalu, para Bobato Dunia dan Bobato Akhirat dilantik oleh Sultan Jailolo, Abdullah Sjah, di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kab. Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Seperti diberitakan oleh http://malutpost.com, pelantikan tersebut merupakan pengukuhan Kesultanan Jailolo terhadap para Bobato yang baru dilantik. (Lukman Solihin/ensi/14/05-09) Daftar Bacaan: Syahril Muhammad (2004), Kesultanan Ternate: Sejarah Sosial Ekonomi dan Politik, Yogyakarta: Penerbit Ombak. “Menelusuri Asal-Usul dan Jejak Sejarah Orang Ternate,” artikel diunduh tanggal 26 April 2009 dari: http://ternate.wordpress.com/ “Dari Pelantikan Bobato Adat Dunia dan Bobato Adat Akhirat Desa Tuada,” artikel diunduh tanggal 26 April 2009 dari: http://malutpost.com/ “SISTEM PERINTAHAN KESULTANAN TIDORE,” artikel diunduh tanggal 26 April 2009 dari: http://gubukusuma.blogspot.com/ Kredit Foto: http://busranto.blogspot.com/ |