Rabu, 27 Mei 2026   |   Khamis, 10 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.212
Hari ini : 19.796
Kemarin : 30.044
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Kerajaan Amanatun

Raja Lodoweyk Don Luis Banunaek, Raja Terakhir Kerajaan Amanatun

Kerajaan Amanatun (Onam) merupakan salah satu kerajaan dan peradaban tertua yang ada di Timor Tengah Selatan. Pada masa pendudukan kolonial Belanda, Timor Tengah Selatan dikenal dengan nama Zuid Midden Timor hingga pada akhirnya diganti dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi provinsi setelah negara Republik Indonesia resmi berdiri (Akbar, 2009).  

Dari informasi yang bersumber dari sejarah lisan yang berkembang di kawasan Timor Tengah Selatan, asal-usul berdirinya Kerajaan Amanatun bermula dari kisah tiga bersaudara yang singgah di kawasan ini ratusan tahun silam. Ketiga bersaudara ini, masing-masing bernama Tei Liu Lai, Kaes Sonbai, dan Tnai Pah Banunaek, kemudian bersepakat untuk berpisah dan menjelajahi pulau Timor secara sendiri-sendiri. Penjelajahan mereka akhirnya membuahkan hasil dan berdirilah tiga kerajaan besar sebagai wujud wilayah yang masing-masing telah mereka kuasai. Tei Liu Lai mendirikan Kerajaan Belu, Kaes Sonbai menguasai wilayah Kerajaan Mollo, sedangkan si bungsu Tnai Pah Banunaek memimpin Kerajaan Amanatun (Akbar, 2009).

Nama “Amanatun” berasal dari kata “Ama” dan “Mnatu”, yang berarti "Bapak" dan “Emas". Sedangkan penyebutannya sebagai nama kerajaan disebabkan karena Raja Tnai Pah Banunaek sangat gemar mengenakan busana dan perhiasan dari emas. Kerajaan yang beribukota di Nunkolo ini merupakan kerajaan yang terletak paling selatan di wilayah Timor Tengah Selatan (Banunaek, 2007: 3).

Mulanya, Kerajaan Amanatun hanya meliputi wilayah-wilayah kecil, termasuk Noebone dan Noebanu, atau yang dulu disebut juga sebagai wilayah Anas. Anas merupakan sebuah wilayah di bawah kuasa Dinasti Nesnay. Berdasarkan Gouvernement Besluit (Keputusan Pemerintah Hindia Belanda) No. 2 Tahun 1913, Anas bergabung dengan wilayah Timor Tengah Selatan dan menjadi distrik dari Kerajaan Amanatun (Akbar, 2009).

Setelah Indonesia merdeka, Kerajaan Amanatun bersama Kerajaan Molo dan Kerajaan Amanuban membentuk Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan ibu kota Soe, yang sekarang termasuk ke dalam wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

(Afthonul Afif/ensi/07/07-2009)

Daftar Bacaan:

  • Don Yesriel Yohan Kusa Banunaek, Raja-raja Amanatun yang Berkuasa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
  • Iswara N Raditya Akbar, “Kerajaan Amanatun”, dalam Menu Sejarah MelayuOnline.com, diunduh dari  http://melayuonline.com/ tanggal 12 Juli 2009.

Sumber Foto:

  • Don Yesriel Yohan Kusa Banunaek, Raja-raja Amanatun yang Berkuasa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.