|
Masjid Raya Batam merupakan salah satu ikon kesuksesan pembangunan di Pulau Batam. Masjid megah yang berdiri di lahan seluas 75.000 meter persegi ini diharapkan mampu menjadi oase di tengah hiruk-pikuk kegiatan pembangunan di pulau ini. Sebagai salah satu wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, Batam tidak hanya dituntut sukses melaksanakan pembangunan di sektor fisik semata, tetapi juga mampu melaksanakan pembangunan di bidang mental dan spiritual warganya. Untuk itu, diperlukan sebuah kompleks peribadatan terpadu yang dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat Batam (http://masjidrayabatam.net/). Masjid Raya yang terletak di Jln. Engku Putri, Batam Center ini mulai dibangun pada tahun 1999. Tujuan dibangunnya masjid ini adalah untuk menyediakan sarana peribadatan yang representatif, yang dapat menampung kegiatan umat Islam dalam hal keagamaan, pendidikan, kegiatan sosial, kegiatan kebudayaan, dan pariwisata. Masjid berbentuk bujur sangkar dengan atap menyerupai limas ini sangat dibanggakan oleh masyarakat Batam. Selain sebagai simbol kejayaan umat Islam di Pulau Batam, masjid ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional. Di balik kemegahan bangunan Masjid Raya Batam yang merupakan gabungan dari dua bentuk dasar, yaitu balok bujur sangkar (sebagai badan bangunan) dan limas sama sisi teriris tiga bagian (sebagai kepala bangunan), terkandung makna filosofis yang dalam. Alasan dipilihnya kedua bentuk dasar tersebut adalah: Pertama, secara matematis, bentuk bujur sangkar dianggap lebih kuat, sehingga mampu menopang bagian bangunan lainnya. Selain itu, kekokohan badan bangunan yang berbentuk bujur sangkar itu juga merupakan simbol keimanan umat Islam yang kuat. Kedua, secara estetis, limas sama sisi merupakan bentuk atap yang paling cocok dengan badan bangunan yang berbentuk bujur sangkar. Bentuknya yang mengerucut ke atas juga dianggap sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan-nya. Sedangkan irisan tiga bagian pada atap yang berbentuk limas tersebut merupakan simbol perjalanan hidup manusia dalam tiga alam yang berbeda, yaitu alam rahim, dunia, dan akhirat. Keistimewaan lainnya dari masjid ini juga dapat dilihat dari bagian-bagian masjid yang terbilang cukup lengkap, di antaranya adalah: Plaza shalat Plaza shalat adalah halaman utama masjid, yang karena pertimbangan topografis dan arsitektural letaknya lebih tinggi dari jalan masuk. Plaza shalat berfungsi sebagai area perluasan ruang masjid ketika ruang utama tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah yang meluap. Agar penyelenggaraan shalat dapat berjalan secara tertib, dibuat garis-garis shaf yang dapat memandu jamaah shalat untuk membentuk barisan yang lurus. Jarak antara shaf yang satu dengan lainnya adalah 120 cm. Plaza shalat terdiri dari dua tingkat, yaitu plaza bawah dan plaza atas. Hal ini untuk memberikan kesempatan pada pengunjung untuk beristirahat sejenak sebelum naik menuju masjid. Pada plaza bawah terdapat kolam air mancur yang juga berfungsi sebagai tempat wudu. Selain air mancur, di sepanjang plaza shalat juga terdapat pot-pot tanaman yang terbuat dari batu kali, lampu-lampu taman, dan deretan pohon-pohon palem raja. Keseluruhan elemen ini diharapkan membuat suasana plaza shalat menjadi lebih nyaman, lebih indah, dan berwibawa. Selasar tertutup Selasar tertutup yaitu selasar beratap yang berfungsi sebagai pembatas antara plaza shalat dengan ruang utama masjid. Selasar tertutup ini terbuat dari bahan beton bertulang untuk kolom maupun atapnya. Agar tidak berkesan statis, atap pelat beton tersebut diselingi dengan atap yang terbuat dari bahan transparan. Adapun bahan penutup lantai terbuat dari keramik. Plaza kurban Plaza kurban merupakan bagian masjid yang berfungi sebagai tempat pemotongan hewan kurban. Di bagian ini telah disediakan tempat permanen yang telah dilengkapi dengan tempat penampungan serta saluran darah dan air limbah. Dengan tersedianya plaza kurban yang permanen tersebut diharapkan lingkungan masjid akan tetap bersih dan nyaman terutama pada hari-hari menjelang dan pada saat hari raya Iduladha. Kolam air mancur Kolam air mancur ini dilengkapi dengan kran-kran yang berfungsi sebagai tempat wudu. Kolam ini sengaja dibuat untuk mengantisipasi meluapnya jumlah jamaah masjid pada saat-saat tertentu, misalnya saat hari raya. Namun, fungsi utama dari kolam air mancur ini sebenarnya sebagai elemen estetis dan penyejuk ruang luar, terutama plaza shalat. Selain di plaza shalat, kolam air mancur juga terdapat di pintu masuk sebelah utara. Menara Menara berfungsi sebagai tempat menyimpan alat pengeras suara agar lantunan adzan dapat terdengar jelas dari jarak yang jauh. Dilihat dari sisi arsitektural, menara berfungsi sebagai eye catcher atau penanda bagi lingkungan sekitar masjid. Menara ini memiliki ketinggian 66 m. Angka 66 merupakan penanda bagi 6.666 ayat yang terdapat dalam Al-Qur‘an. Aksesoris Yang dimaksud dengan aksesoris dalam masjid ini adalah benda-benda karya seni yang menghiasi bangunan masjid dan berfungsi sebagai media untuk mempercantik dan memperindah masjid. Elemen-elemen aksesoris tersebut antara lain kaligrafi yang terbuat dari tembaga dan kaca patri, lampu gantung, lampu dinding, ornamen-ornamen, ragam hias, dan sebagainya. Elemen-elemen ini dirancang secara estetik, baik dari segi bentuk, ukuran, bahan yang dipakai, tampilan, maupun letaknya pada bangunan (http://wisatamelayu.com/). Di kompleks Masjid Raya Batam tersedia fasilitas-fasilitas yang cukup lengkap, seperti area parkir yang luas (dapat menampung semua jenis kendaraan: bus, mobil, sepeda motor, dan sepeda), kantor informasi, kamar mandi, klinik kesehatan, pusat pendidikan Al-Qur‘an, dan perpustakaan. Masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas bagi penyandang cacat, berupa lintasan khusus untuk kursi roda menuju ruang utama masjid dan tempat wudu. Selain itu, masjid ini juga menyediakan toilet khusus untuk penyandang cacat yang dibedakan antara pria dan wanita. Di sekitar masjid ini juga terdapat fasilitas dan sarana akomodasi seperti hotel, restoran, rumah sakit, ATM, pusat perbelanjaan, Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Wartel dan Warnet, bengkel mobil dan sepeda motor, dan lain-lain. (Afthonul Afif/ensi/26/09-2009) Sumber Bacaan: Sumber foto: |