|
Kepaksian Skala Brak adalah pemerintahan Kerajaan Skala Brak ketika sudah berada di bawah pengaruh Islam. Kerajaan Skala Brak sendiri, menurut William Marsden dalam buku Sejarah Sumatera, berdiri pada sekitar abad ke-3 di lereng Gunung Pesagi, Lampung Barat. Kaum yang mendirikan Kerajaan Skala Brak adalah Suku Tumi yang menganut ajaran Hindu Bairawa. Pada sekitar abad ke-16, Suku Tumi dikalahkan oleh pasukan yang dipimpin oleh empat orang pangeran dari Kesultanan Pagaruyung (Minangkabau). Mereka datang ke Skala Brak dengan membawa misi untuk menyebarkan agama Islam. Segera setelah berhasil menguasai Skala Brak, keempat pangeran Pagaruyung tersebut mendirikan suatu perserikatan bernama Paksi Pak, yang berarti “Empat Serangkai” atau “Empat Sepakat”. Dimulailah babak baru dengan hadirnya Islam di Skala Brak yang mewujud menjadi Paksi Pak atau Kepaksian Skala Brak. Keempat Kepaksian Skala Brak itu diberi nama yang sama dengan keempat pangeran dari Pagaruyung, yakni masing-masing bernama Paksi Buay Bejalan Di Way, Paksi Buay Belunguh, Paksi Buay Nyerupa, dan Paksi Buay Pernong. Masing-masing Kepaksian memiliki wilayah, rakyat, dan adat-istiadatnya sendiri, serta mempunyai kedudukan yang sama. (Iswara NR/ensi/05/11-2009) Daftar Bacaan: - William Marsden. 2008. Sejarah Sumatra. Jakarta: Komunitas Bambu.
- Diandra Taurussiawan Putra Natakembahang, “Berdirinya Kepaksian Sekala Brak”, diunduh tanggal 29 November 2009 dari http://paksibuaybejalandiway.blogspot.com/.
|