Selasa, 5 Mei 2026   |   Arbia', 18 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 9.010
Kemarin : 45.452
Minggu kemarin : 192.091
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Raja Mangkat Raja Menanam

Raja Mangkat Raja Menanam merupakan adat dalam tradisi kerajaan-kerajaan Melayu seperti yang berlaku pada adat-istiadat Kesultanan Deli dan Kesultanan Serdang di Sumatra Timur (Sumatra Utara sekarang). Secara harfiah, istilah Raja Mangkat Raja Menanam dapat dimaknai sebagai berikut: ketika Sultan meninggal dunia, maka Sultan pula yang harus menguburkannya. Maksudnya, jika seorang Sultan wafat, jenazah almarhum Sultan belum bisa dimakamkan sebelum ada Sultan baru yang dinobatkan sebagai penggantinya. Sultan baru inilah yang berkewajiban menguburkan jenazah almarhum Sultan yang digantikannya. Ketika seorang Sultan mangkat, maka para tokoh adat dan keluarga kesultanan segera menggelar musyawarah untuk membahas dan memilih pengganti almarhum Sultan. Setelah Sultan pengganti sudah dinobatkan, maka upacara pemakaman almarhum Sultan yang digantikan baru bisa dilakukan.

Salah satu pelaksanaan tradisi Raja Mangkat Raja Menanam adalah seperti yang terjadi pada tahun 2005 ketika Sultan Deli ke-13, Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam (5 Mei 1998 – 21 Juli 2005), wafat dalam suatu kecelakaan pesawat terbang. Maka dari itu, Kesultanan Serdang segera mengadakan rapat untuk menobatkan putra mahkota, Tengku Mahmud Arya Lamanzizi, sebagai Sultan Deli ke-14 dengan gelar Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam (22 Juli 2005 – sekarang). Setelah upacara penobatan, maka upacara pemakaman Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam dapat segera dilangsungkan.

Adat-istiadat serupa juga diberlakukan dalam tradisi Kesultanan Serdang, seperti yang terjadi ketika Sultan Serdang ke-7, Tuanku Abunawar Sinar Syariful Alam Al-Haj (1997 - 2001), meninggal dunia. Para sesepuh adat dan keluarga Kesultanan Serdang segera melakukan sidang yang kemudian menghasilkan keputusan mengenai pengangkatan Tuanku Luckman Sinar Baharshah II (2001 – sekarang) sebagai pengganti almarhum Sultan Serdang.

(Iswara NR/ensi/26/12-2009)

Daftar Bacaan:

  • Tengku Luckman Sinar. 2007. Sejarah Medan tempo doeloe. Medan: Yayasan Kesultanan Serdang.
  • Tuanku Luckman Sinar Basarshah II. 2003. Kronik mahkota Kesultanan Serdang. Medan: Yandira Agung.
  • Tuanku Luckman Sinar Basarshah II. Tanpa tahun. Bangun dan runtuhnya kerajaan Melayu di Sumatera Timur. Medan: Tanpa nama penerbit.
  • “Pengganti Sultan Deli, bocah delapan tahun”, diunduh pada tanggal 29 Desember 2009 dari www.gatra.com/2005-07-22/artikel.php?id=86636.