|
Menurut penelitian Karel Frederik Hendrik van Langen dalam karya ilmiahnya berjudul Inrichting van het Atjehsche Staatsbestuur Onder het Sultanaat atau Susunan Pemerintahan Aceh pada Masa Kesultanan yang ditulis pada sekitar tahun 1886, disebutkan bahwa menurut cerita-cerita yang beredar di kalangan rakyat lokal di Aceh, Ureueng Mante adalah istilah yang digunakan untuk menyebut penduduk asli Aceh. Akan tetapi, van Langen belum dapat memastikan sejauh mana riwayat itu dapat dianggap benar. Van Langen juga belum berani menyimpulkan apakah kata “Mante” ada hubungannya dengan Suku Mantra yang mendiami wilayah antara Selangor dan Gunung Ophir di Semenanjung Melayu. Namun, sejauh masalah itu belum dapat dipecahkan, menurut van Langen, tetaplah bisa dianggap bahwa Mante adalah penduduk asal daerah Aceh, terutama karena nama itu tidak merujuk pada penduduk asal suku-suku bangsa lain. (Iswara NR/ensi/28/12-2009) Daftar Bacaan: - Karel Frederik Hendrik van Langen. 2001. Susunan Pemerintahan Aceh Semasa Kesultanan. Dialih-bahasakan oleh Aboe Bakar ke dalam bahasa Indonesia dari karya asli berbahasa Belanda dengan judul Inrichting van het Atjehsche Staatsbestuur Onder het Sultanaat. 1886. Banda Aceh: Dokumentasi dan Informasi Aceh.
|