Kamis, 20 Agustus 2026   |   Jum'ah, 6 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.040
Hari ini : 17.727
Kemarin : 21.379
Minggu kemarin : 179.363
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Erau Kepala

Pada masa sekarang lebih dikenal sebagai pesta permohonan doa agar Bungan Malan Peselung Luan dan Bali Utung sudi memberikan kesuburan kepada tanah ladang yang baru dibuka. Ritual ini ditujukan untuk meminta hasil yang melimpah dan dijauhkan dari segala penyakit tanaman (hama). Pada awalnya, Erau Kepala merupakan tradisi berburu kepala (pemenggalan kepala) yang bertujuan untuk menggambarkan citra kelompok Dayak yang disebut dengan mamat (pesta perburuan kepala). Kepala disimbolkan sebagai tumbal kepada Bungan Malan Peselung Luan untuk memohon sesuatu, termasuk kesuburan ladang.

Tapi sejak penghujung tahun 1980, ritual perburuan kepala dilarang. Akibatnya, kini dalam Erau Kepala, ritual perburuan kepala telah dihilangkan. Seperti disampaikan oleh Frank M. Lebar dalam Maunati (2004) “Sejak dihapuskannya perburuan kepala di awal abad ini, (tengkorak-tengkorak) kepala yang sudah tua atau berbagai benda pengganti lainnya-lah yang digunakan”.

(Tunggul Tauladan/ensi/01/01-2010)

Daftar Bacaan:

  • Yekti Maunati, 2004. Identitas Dayak: Komodifikasi dan politik kebudayaan. Yogyakarta: LKIS.
  • “Kehidupan Suku Dayak kenyah (Kalimantan Timur)”, diunduh dari http://adbpolnes.blogspot.com/, pada tanggal 28 Januari 2010.