|
Merupakan upacara adat menjelang tanam padi atau ketika merencanakan dan menentukan pembukaan lahan atau ladang yang telah menjadi tradisi secara turun-temurun dan harus dilakukan secara adat setiap tahunnya oleh Suku Dayak Kenyah. Dalam pelaksanaannya, Upacara Maleng Ta‘u hanya dapat dilakukan atau dipimpin oleh seorang iman adat yang telah mendapat pengakuan dan dikukuhkan oleh para tokoh adat melalui suatu upacara adat pentahbisan. Seorang imam yang telah ditahbiskan diberi gelar “Mengamen Bai‘ ”. Melalui seorang Imam Adat Mengamen Bai‘, segala niat, rencana, maksud dan keinginan, ataupun permohonan disampaikan kepada para dewa seperti Bungan Malan Peselung Luan (sang pencipta) dan Bali Utung. Persembahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya memohon sesuatu dalam upacara ini. Sebagai salah satu rangkaian dalam Maleng Ta‘u disajikan tari kepahlawanan yang bercerita tentang kembalinya para ksatria dari medan perang. Bagian ini bisa dikatakan sebagai salah satu tahapan pokok dalam penyelenggaraan Upacara Adat Maleng Ta‘u. (Tunggul Tauladan/ensi/01/01-2010) Daftar Bacaan: |