Rabu, 27 Mei 2026   |   Khamis, 10 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.125
Hari ini : 19.734
Kemarin : 30.044
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Ensiklopedi Melayu

Kurt Oglu Hizir

Kurt Oglu Hizir adalah seorang Laksamana Perang Kesultanan Turki yang memimpin ekspedisi pasukan bantuan dari Kesultanan Turki Utsmani ke Aceh pada abad ke-16 Masehi, tepatnya pada kurun tahun 1568-1569. Nama asli Kurt Oglu Hizir adalah Kurdoglu Hayreddin Hızır Reis. Ia sebenarnya adalah anak dari seorang bajak laut dan laksamana terkenal, Kurdoglu Muslihiddin Reis, yang dikenal dengan sebutan “Curtogoli” di Eropa, khususnya di Italia, Perancis, dan Spanyol. Nama Kurdoglu berarti anak kurt (serigala) dalam bahasa Turki.

Pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam kala itu, yakni Sultan Ala ad-Din Ri`ayat Syah al-Kahar (1537-1568) memang memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan kerajaan-kerajaan Islam di seluruh dunia, termasuk dengan Kesultanan Turki. Kesultanan Aceh Darussalam sering mengirim utusan ke Turki untuk mengantarkan persembahan hadiah dari Sultan Aceh Darussalam selain juga untuk meminta bantuan yang berupa kekuatan militer ataupun persenjataan, terutama meriam.

Hubungan persekutuan antara Kesultanan Aceh Darussalam dan Kesultanan Turki Utsmani dimulai sejak tahun 1565. Sultan Ala ad-Din Ri`ayat Syah al-Kahar secara khusus meminta pertolongan Sultan Suleiman II (Sultan Turki) dalam upaya memerangi Portugis yang mulai mengacau di wilayah Aceh Darussalam.

Di Istana Kesultanan Turki, utusan Sultan Aceh Darussalam diterima oleh Wazir Agung, Sokollu Mehmet Pasha, karena Sultan Suleiman II sedang memimpin suatu pertempuran. Namun, karena Sultan Suleman II gugur pada tahun 1566, rencana mengirimkan ekspedisi militer ke Aceh Darussalam diambil-alih oleh putera mahkota yakni Selim II.

Laksamana Kurt Oglu Hizir ditunjuk untuk memimpin ekspedisi tersebut dengan tugas mengalahkan musuh Aceh, mempertahankan Islam, dan merampas benteng yang dikuasai orang-orang kafir. Selain itu, Selim II juga memerintahkan kepada para gubernur Turki yang bertugas di Yaman, Aden, dan Mekkah untuk membantu tentara Turki yang sedang bertolak ke Aceh.

(Iswara N. Raditya/ensi/36/02-2010)

Sumber Bacaan:

  • H. Mohammad Said. 1981. Aceh sepanjang abad (Jilid pertama). Medan: PT Percetakan dan Penerbitan Waspada Medan.