|
Jenis rencong ini memiliki pucuk di atas gagangnya. Pucuk tersebut terbuat dari ukiran logam yang pada umumnya dibuat dari emas. Gagang dari rencong meupucok kelihatan agak kecil pada gagang atau pegangan pada bagian bawahnya. Namun, semakin ke ujung, gagang ini akan semakin membesar. Jenis rencong semacam ini digunakan untuk asesoris atau dijadikan sebagai perhiasan. Rencong meupucok biasanya dipakai dalam upacara-upacara resmi yang berhubungan dengan masalah adat dan kesenian daerah khas Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam buku berjudul Keanekaragaman Suku dan Budaya di Aceh karya Rusdi Sufi, et.al. (2004), dijelaskan bahwa ukiran yang terdapat pada rencong meupucok bermacam-macam ragamnya, ada yang menyerupai bunga, mawar, kembang daun, dan sebagainya tergantung selera pemakai. Sumber Bacaan: - Andrian Novery, 28 Februari 2007. “Warisan pusaka Indonesia, rencong Aceh: Simbol kebesaran dan keberanian bangsa”, diunduh pada tanggal 30 April 2010 dari http://www.suarakarya-online.com.
- Rusdi Sufi, et.al., 2004. Keanekaragaman suku dan Budaya di Aceh. Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
- T. Syamsuddin & M. Nur Abbas, 1981. Reuncong: Seri Penerbitan Museum Negeri Aceh – 7. Banda Aceh: Proyek Pengembangan Permuseuman Daerah Istimewa Aceh.
|