|
Manok adalah istilah untuk penyebutan ayam dalam masyarakat lokal Nanggroe Aceh Darussalam. Akan tetapi, dalam kepercayaan orang-orang Nanggroe Aceh Darussalam, manok bukanlah ayam sembarangan. Dalam buku Keanekaragaman suku dan budaya di Aceh karya Rusdi Sufi et.al. (2004), disebutkan bahwa di samping untuk kebutuhan sehari-hari, manok juga diyakini memiliki tuah yang sangat berkhasiat. Masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam beranggapan, apabila seseorang memelihara ayam-ayam yang bertuah atau manok, maka orang tersebut akan bertambah sejahtera dan ayam-ayam peliharaan yang lain akan tidak mudah terserang penyakit. Jenis ayam yang termasuk ayam bertuah antara lain ayam genantan, ayam birieng, ayam belurang rajawali, ayam belurang kasih, ayam jalak, dan ayam siwak. Perbedaan ayam-ayam bertuah ini dengan ayam-ayam jenis lainnya adalah ayam-ayam bertuah memiliki banyak sisik yang terdapat di kaki dan bulu, serta cara berkokoknya yang mempunyai ciri khas tersendiri. Selain itu, ayam-ayam yang termasuk ayam manok biasanya memiliki jeureumen atau lembing di atas kepalanya. (Iswara N. Raditya/ensi/64/05-2010) Referensi: - Rusdi Sufi, et.al., 2004. Keanekaragaman suku dan budaya di Aceh. Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
|