|
Dalam bahasa yang digunakan masyarakat lokal di Nanggroe Aceh Darussalam, meusigit berarti masjid. Tidak seperti di banyak daerah di Indonesia lainnya yang biasanya terdapat masjid di setiap kampung, di Nanggroe Aceh Darussalam yang sangat lekat dengan Islam yang kental justru tidak di setiap kampung terdapat masjid. Muesigit dalam pola permukiman dan tradisi masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam bersifat kemukiman, yakni gabungan dari beberapa kampung. Jadi, di Nanggroe Aceh Darussalam, masjid tidak didapati di setiap kampung melainkan dalam lingkup kemukiman. Pada setiap meuisigit itu, dipilih seorang tokoh agama yang dipercaya untuk memimpin pengelolaan masjid. Orang yang dipilih sebagai pemimpin masjid disebut dengan nama teungku imeum muesigit. (Iswara N. Raditya/ensi/66/05-2010) Referensi: - Rusdi Sufi, et.al., 2004. Keanekaragaman suku dan budaya di Aceh. Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
|