|
Istilah yang dipopulerkan oleh para seniman dari Suku Dayak Maanyan untuk mengenang peristiwa penyerangan Kerajaan Majapahit terhadap Kerajaan Nan Sarunai. “Usak Jawa” “atau yang berarti Penyerangan oleh Kerajaan Jawa” terjadi pada sekitar tahun 1355 M di mana pasukan perang Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Empu Jatmika atas perintah Raja Hayam Wuruk. Akibat serangan ini, Kerajaan Nan Sarunai mengalami keruntuhan, demikian pula dengan populasi orang-orang Suku Dayak Maanyan yang ada di sana menjadi berkurang. Bekas wilayah Kerajaan Nan Sarunai kemudian menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit dan pada tahun 1355 M itu, Empu Jatmika mendirikan Kerajaan Negara Dipa yang merupakan bagian dari imperium Majapahit. Kerajaan Nan Sarunai sendiri adalah sebuah pemerintahan kuno di Kalimantan Selatan yang dikelola oleh orang-orang Suku Dayak Maanyan dan diperkirakan sudah eksis sejak tahun 242 hingga 226 Sebelum Masehi. (Iswara N. Raditya/ensi/69/05-2010) Referensi: - M. Suriansyah Ideham, eds., 2003. Sejarah Banjar. Banjarmasin: Badan Penelitian dan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan.
- Tajuddin Noor Ganie, “Sejarah kehidupan di Tanah Banjar”, tersedia di http://tajudinnoorganie.blogspot.com, data diunduh pada tanggal 14 Maret 2010.
- Vida Pervaya Rusianti Kusmartono & Harry Widianto, 1998. “Ekskavasi Situs Candi Agung Kabupaten North Upper Coarse, South Kalimantan”, dalam Berita Penelitian Arkeologi, 02/1998. Banjarmasin: Hall Arkeologi Banjarmasin.
|