|
Wadian adalah puisi tutur atau puisi ratapan yang dilisankan dalam bahasa Suku Dayak Maanyan. Kaum seniman lokal di Kalimantan Barat melantunkan wadian sebagai ungkapan perasaan mereka untuk mengenang keruntuhan Kerajaan Nan Sarunai akibat serangan dari Kerajaan Majapahit. Seni wadian ini dilestarikan secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari isi Hikayat Banjar yang digunakan sebagai sumber utama dalam melacak riwayat Kerajaan Nan Sarunai. Kerajaan Nan Sarunai sendiri adalah kerajaan yang didirikan serta dikelola oleh orang-orang Suku Dayak Maanyan dan diperkirakan telah eksis sejak zaman purbakala, tepatnya sejak tahun 242 hingga 226 Sebelum Masehi. Kerajaan Nan Sarunai merupakan cikal-bakal Kesultanan Banjar yang berpusat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Iswara N. Raditya/ensi/70/05-2010) Referensi: - M. Suriansyah Ideham, eds., 2003. Sejarah Banjar. Banjarmasin: Badan Penelitian dan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan.
- Tajuddin Noor Ganie, “Sejarah kehidupan di Tanah Banjar”, tersedia di http://tajudinnoorganie.blogspot.com, data diunduh pada tanggal 14 Maret 2010.
- Vida Pervaya Rusianti Kusmartono & Harry Widianto, 1998. “Ekskavasi Situs Candi Agung Kabupaten North Upper Coarse, South Kalimantan”, dalam Berita Penelitian Arkeologi, 02/1998. Banjarmasin: Hall Arkeologi Banjarmasin.
|