|
Merupakan salah satu prosesi dalam acara Robo-robo yang dihelat setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar. Acara ini merupakan tradisi di wilayah Kerajaan Mempawah, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Prosesi Buang-buang dilakukan ketika kapal Raja Mempawah yang datang dari laut bertemu dengan kapal penjemput yang datang dari arah sungai Mempawah. Ketika kedua kapal ini bertemu di Kuala Mempawah, maka dikumandangkan adzan dan dilanjutkan dengan prosesi Buang-buang. Prosesi Buang-buang merupakan sebuah ritual pembuangan beberapa sesaji ke Muara Kuala Mempawah (sungai Mempawah). Sesaji yang dibuang atau dilemparkan terdiri dari beras kuning, bertih, dan setanggi. Beras kuning dan bertih melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan, sedangkan setanggi melambangkan keberkahan. Prosesi Buang-buang bertujuan untuk menghormati dan mengakui keberadaan sungai dan laut sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat. Selain itu, Ritual Buang-buang juga bertujuan untuk menyelaraskan kehidupan masyarakat dengan alam sekitar. (Tunggul Tauladan/ensi/01/02-2011) Sumber: - Musni Umberan et.al., 1996-1997. Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat. Pontianak: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak.
- Raja Ali Haji, 2002. Tuhfat Al-Nafis: Sejarah Riau-Lingga dan daerah takluknya 1699-1864. Tanjungpinang: Yayasan Khazanah Melayu.
|