|
Merupakan tradisi yang berlaku di Kesultanan Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satu prosesi perhelatan Erau diadakan dalam rangka ulang tahun (hari jadi) Kota Tenggarong yang bertepatan dengan tanggal 23 September. Kata “Erau” berasal dari bahasa etnis Kutai, yaitu “Eroh” yang bermakna “ramai, hilir mudik, bergembira, dan berpesta”. Erau dibagi menjadi tiga jenis, Erau Tepong Tawar, Erau Pelas Tahun, dan Erau Beredar. Ritual ini dilakukan oleh para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara. Prosesi Erau dimulai dengan Mendirikan Ayu dan diakhiri dengan Merebahkan Ayu. Secara spesifik, prosesi Erau dibagi menjadi: Beluluh (awal), Memberi Makan Benua, Merangin, Mendirikan Ayu, Tarian Belian, Tarian Dewa, Tari menurunkan Sanghiyang Sri Ganjur, Tari Ganjur, Tari memulangkan Sanghiyang Sri Ganjur, Menggoyak Rendu, Mengundang Air, Menjemput/ngalak Air, Tari Kanjar Bini, Tari Kanjar Laki, Mengambil/ngalak Air Tuli, Beluluh (di Keraton Kutai Kartanegara), Begorok, Be Umpan, Rangga Titi, Mengulur Naga, Belimbur, Menyisik Lembu Suana, Dewa dan Belian Menjala, Begelar, Seluang Mudik, Dewa Menjuluk Buah Bawal/Kamal, Nyamper, Merebahkan Ayu, dan Gong Golong. (Tunggul Tauladan/ensi/01/03-2011) Sumber: - Azmidi, 2010. Erau: Tradisi dan Spiritual Kesultanan Kutai Kartanegara. Tenggarong: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tenggarong.
|