|
Opu Daeng Menambon (1695-1763) adalah putra Opu Tandre Borong Daeng Rilekke, Raja Kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan. Putra Bugis ini menikah dengan Putri Kesumba, putri pasangan Utin Indrawati (putri Panembahan Senggaok, Mempawah) dengan Sultan Muhammad Zainuddin dari Kerajaan Matan Tanjungpura. Pasangan Puteri Kesumba dan Opu Daeng Menambon inilah yang kemudian menurunkan raja-raja yang memerintah di Kerajaan Mempawah. Ketika Panembahan Senggaok mangkat, tahta Kerajaan Mempawah diserahkan kepada Opu Daeng Menambon. Pada tahun 1740 Masehi, Opu Daeng Menambon naik tahta dan bergelar Pangeran Mas Surya Negara. Selama sekitar 23 tahun, Pangeran Mas Surya Negara memimpin Kerajaan Mempawah. Selama memimpin Kerajaan Mempawah, Opu Daeng Menambon telah mengenalkan budaya amalgamasi yang menyatukan berbagai etnis, seperti Bugis, Dayak, Melayu, Cina, dan Jawa. Sebagai wujud penghormatan terhadap kiprah Opu Daeng Menambon, maka diadakan upacara Robo-robo yang digelar setiap tahun pada Rabu terakhir di bulan Safar. Opu Daeng menambon mangkat pada tahun 1763. Beliau dimakamkan di Sebukit Rama yang terletak di Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. (Tunggul Tauladan/ensi/01/02-2011) Sumber: - Gusti Mhd Mulia (ed.), 2007. Sekilas menapak langkah Kerajaan Tanjungpura. Pontianak: Tanpa Penerbit.
|