
1. Sejarah Pembangunan
Masjid ini dibangun pada tahun 1926 M di era Sultan al-Said al-Kasyim Abdul Jalil Saifuddin, sultan kerajaan Siak Sri Indrapura. Masjid ini diberi nama Masjid Syahabuddin. Nama masjid ini merupakan gabungan dari bahasa Persia dan Arab. Syah (Persia) artinya penguasa, dan al-din (Arab) artinya agama.
Biaya pembangunan masjid ini tidak sepenuhnya berasal dari kas kerajaan, tapi juga melibatkan bantuan masyarakat setempat. Namun, takmir (pengelola) masjid tetap diangkat oleh sultan. Di masa Sultan Syarif Qasim, Sultan Siak terakhir, yang menjadi takmir masjid adalah Mufti Haji Abdul Wahid, kemudian digantikan oleh Faqih Abdul Muthalib. Saat ini, takmir masjid ditetapkan berdasarkan musyawarah kaum muslimin.
Di dalam masjid ini masih bisa disaksikan sebuah mimbar indah dari kayu berukir, dengan motif daun, sulur dan bunga.
2. Lokasi
Masjid ini terletak di kecamatan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Indonesia, Hanya berjarak beberapa ratus meter dari Istana Kerajaan Siak dan berada di pinggir sungai Siak. Pada saat didirikan, masjid ini berjarak sekitar 100 meter dari tepi sungai Siak. Namun sekarang, jaraknya hanya sekitar 25 meter, karena terjadinya abrasi di tebing sungai.
3. Luas
(Dalam proses pengumpulan data).
4. Arsitektur
(Dalam proses pengumpulan data).
5. Perencana
Perencana pembangunan masjid ini adalah Sultan al-Said al-Kasyim Abdul Jalil Saifuddin.
6. Renovasi
Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi ringan ataupun penambahan bangunan, seperti teras di samping kiri dan kanan masjid.
Sumber : Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia. Zein, Abdul Baqir. 1999. Jakarta: Gema Insani Press
Kredit foto : www.wisatamelayu.com
____________
Informasi lain tentang Masjid Raya Raya Syahabuddin bisa dibaca di sini (WisataMelayu.com).
Dibaca : 22.322 kali.