Istana Pagarruyung
1. Sejarah Berdiri
Istana Pagaruyung yang ada sekarang merupakan replika dari bentuk asli, yang terbakar dalam suatu kerusuhan berdarah di tahun 1804 M. Istana ini lebih dikenal dengan nama Istano Basa. Sebelum terbakar, bangunan asli terletak di Bukit Batu Patah, Batusangkar. Pembangunan pasca kebakaran dilakukan pada tahun 1976, di lokasi yang berbeda, namun tidak begitu jauh dari tempat awal berdirinya. Areal lokasi istana sekarang ini merupakan tanah wakaf keluarga raja. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan pada 27 Desember 1976, di masa gubernur Harun Zein. Pada akhir tahun 70- an, pembangunan selesai dan sudah bisa dikunjungi umum.
Dalam sejarahnya, Istana Pagaruyung merupakan tempat kediaman Adityawarman sewaktu menjadi raja di Minangkabau. Di sekitar istana, juga terdapat makam para bangsawan Minangkabau, dengan bentuk batu nisan yang unik. Selain berbentuk batu besar yang berpahat, bentuk batu nisan tersebut juga disesuaikan dengan jabatan orang yang meninggal.
2. Lokasi
Istana ini terletak di kecamatan Tanjung Emas, Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Indonesia. Hanya 5 km dari pusat kota Batusangkar, dan 50 km dari Bukittinggi.
3. Luas
(Dalam proses pengumpulan data).
4. Arsitektur
Istana ini menggunakan gaya arsitektur tradisional Minangkabau, berbentuk rumah gadang, dengan ciri khas atap berbentuk tanduk kerbau. Dinding samping dan belakang terbuat dari kulit ruyung atau buluh betung. Sebagian dinding luarnya dipenuhi ukiran khas Minangkabau.
5. Perencana
(Dalam proses pengumpulan data).
6. Renovasi
Istana ini direnovasi pada tahun 1976 M di masa gubernur Harun Zein.
__________________
Informasi lain tentang Kerajaan Pagaruyung bisa dibaca di sini, dan informasi lain tentang Istano Silinduang Bulan bisa dibaca di sini (WisataMelayu.com).
Dibaca : 8.543 kali.
Berikan komentar anda :