Makam Raja Haji Fisabilillah
1. Biografi Tokoh
Raja Haji -Yang Dipertuan Muda Riau IV- adalah pahlawan Melayu yang amat termasyhur. Beliau berperang melawan penjajah Belanda sejak usia belia hingga akhir hayatnya. Raja Haji yang hidup antara tahun 1727-1784 M itu telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin, hulubalang dan ulama. Para penulis sejarah mencatat, tahun 1782-1784 M (masa pemerintahan Raja Haji) merupakan rentang masa yang cukup berpengaruh terhadap stabilitas sosial politik dan ekonomi wilayah Nusantara. Pada saat itu, Belanda sangat tergantung pada sumber perekonomiannya di Timur.
Dalam rentang masa yang penting inilah terjadi peperangan antara Belanda dan Raja Haji. Oleh karena itu, Belanda menganggap peperangan tersebut sebagai peperangan penting, menentukan dan sempat menggoncangkan kedudukan Belanda di Nusantara. Raja Haji sangat diagungkan oleh masyarakat Melayu, yang kemudian memberinya gelar Raja Haji Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang.
Beliau mangkat dalam peperangan hebat di Teluk Ketapang tahun 1784 M. Jenazahnya kemudian dibawa ke Malaka dan dikebumikan di sana. Beberapa tahun kemudian, jenazahnya dibawa ke Pulau Penyengat, dan dimakamkan di bukit bagian selatan pulau itu, bersebelahan dengan makam Habib Syekh, seorang ulama terkemuka di Kerajaan Riau-Lingga.
2. Lokasi
Makam ini terletak di Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjung Pinang Barat, kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia.
3. Deskripsi Makam
a. Luas (dalam proses pengumpulan data)
b. Ornamen nisan (dalam proses pengumpulan data)
4. Fungsi Sosial
Dalam proses pengumpulan data
Dibaca : 11.123 kali.